Penolakan terhadap rencana Tgk H Sarkawi mengundurkan diri dari jabatan Bupati Bener Meriah terus bermunculan, jika sebelumnya penolakan tersebut datang dari HPBM dan Partai PKS, kali ini hampir seluruh unsur agama islam di daerah berhawa sejuk itu juga menyatakan sikap menolak pengunduran diri Sarkawi sebagai Bupati.

ZIS Musara Gayo 2020 Naik Lebih dari 200 Persen

ISTIMEWASekretaris Panitia ZIS Musara Gayo Yusradi Usman al-Gayoni
A A A

JAKARTA - Sampai tanggal 16 Mei 2020, Ikatan Musara Gayo Jabodetabek, sudah menerima zakat, infak, dan sadakah (ZIS), sebesar Rp33.010.000,-.

"Alhamdulillah, terjadi peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan tahun lalu. Padahal, situasi kita lagi pandemi Corona. Tahun lalu, penerimaan ZIS Musara Gayo sebesar 10.3 juta. Tahun ini, sementara, sudah 33.010.000," kata Yusradi Usman al-Gayoni, Sekretaris Panitia ZIS Musara Gayo yang sekaligus Sekretaris Umum Ikatan Musara Gayo Jabodetabek, Minggu (17/5/2020).

Peningkatan ini, ungkapnya, tidak terlepas dari sosialisasi masif panitia dan pengurus. "Padahal, yang menyerahkan baru 61 kepala keluarga (KK). Total yang ber-ZIS, 151 orang. Ini baru angka sementara. Karena, baru akan ditutup, besok," ujarnya.

Yusradi, melihat, potensi ZIS masyarakat Gayo di Jabodetabek, sangat besar. "Katakanlah, ada 10 ribu orang Gayo di Jabodetabek. Dari zakat fitrah saja, sudah 135 juta. Itu baru dari zakat fitrah. Kisaran zakat fitrah kita 35.000-50.000. Belum fidyah, zakat mal, infak, dan sadakah. 50% dari 135 juta, sudah 175 juta. 25%-nya saja, sudah 87.5 juta. Sementara, yang ber-ZIS, baru 151 orang," katanya.

Potensinya, sambungnya, masih sangat besar. "Karena, baru 151 orang, pun ZIS yang masuk sudah 33.010.000 juta. Tentu, angka 151 ini sangat kecil bila dibandingkan dengan jumlah orang Gayo di Jabodetabek," sebutnya.

Dikatakan, ke depannya, sosialisasi, pemahaman, dan kesadaran kolektif ini yang akan terus ditingkatkan. Tanggung sosial ke lingkungan tetap jalan. Sementara itu, tanggung jawab personal sebagai orang Gayo juga tetap berjalan.

"Kalau bukan kita lagi yang membantu orang Gayo, siapa lagi? Apalagi, dalam situasi pandemi Corona sekarang. Tinggal, teknisnya yang dibijaki. Kalau cuma dua orang dalam satu rumah (suami-istri), misalnya, satu berzakat fitrah ke masjid/lingkungan kita. Satu lagi, ke Musara Gayo. Semuanya jalan. Jadi, semakin banyak warga Gayo Jabodetabek yang terbantu," tuturnya.

Rubrik:NASIONAL

Komentar

Loading...