Praktisi Pendidikan, Drs. Ramli Rasyid, M.Si, M.Pd kembali menjadi narasumber peHTem edisi Senin, 6 Februari 2023 episode ke 49 Tahun ke 3 dengan tema: Siswa Berprestasi Gagal Sekolah di Mosa, Benarkah Ketua Komite Diduga Kongkalikong dengan Kepala Sekolah Soal Dana Sumbangan? yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Yudi Gayo Meminta APH Usut Pembangunan SAB dengan Pagu Rp1.8 M di Kecamatan Gajah Putih

ISTIMEWAAktivis Bener Meriah Yudi Gayo
A A A

ACEHIMAGE.COM – Pembangunan proyek  Sarana Air Bersih (SAB) Kampung Gajah Putih, Kampung Reronga dan Kampung Simpang Rahmat, Kecamatan Gajah Putih, Kabupaten Bener Meriah mendapat sorotan dari aktivis Bener Meriah, Yudi Gayo.

Pasalanya, pembangunan sarana air bersih dengan anggaran mencapai Rp1,8 miliar lebih  yang  bersumber dari dana Otsus tahun anggaran 2022 seharusnya dapat dijangkau jauh oleh masyarakat Kampung Simpang Rahmat namun hanya sedikitnya jarak yang terjangkau ke Kampung tersebut.

Anehnya lagi, kata Yudi dalam keterangan tertulisnya yang diterima media acehimage.com Rabu, 18 Januari 2023 dari postingan di media sosial yang tersebar luas terlihat merek/cap Pipa tersebut saat digosok oleh tangan bisa terhapus tentu hal itu sangat aneh. Ujar Yudi.

“Kita menduga spek pipa itu dimanipulasi menggunakan pipa yang biasa, seharusnya dengan anggaran yang besar pipa yang dipasang asli/ori,” ungkap Yudi.

Pembangunan sarana air bersih yang menggunakan anggaran fantastis tersebut semestinya di bangun dengan baik, tidak dibangan asal-asalan. Agar masyarakat penerima manfaat dapat menikmati air bersih dengan pembangunan SAB menggunakan pipa yang  berkualitas.

Yudi juga menerangkan, mulanya pekerjaan pembangunan SAB itu dalam keadaan baik-baik saja, namun berakhir seperti ada kendala sehingga terjadi kontrak sudah lewat dalam pekerjaan.

Lebih jauh Yudi mengaku curiga ada apa yang terjadi dalam pekerjaan saluran air bersih (SAB) tersebut, sehingga dirinya menyurati pelaksanaan/rekanan pekerjaan tersebut guna meminta RAB pekerjaan untuk kiranya bisa melihat kualitas yang digunakan sesuai dengan yang sudah diterapkan.

“Guna untuk melihat kualitas yang digunakan, kita menyurati rekanan. Namun sayang pihak rekanan tidak memberikan dan mereka mengatakan, jika ingin RAB maka minta kepada Dinas Perkim Provinsi,” tutur Yudi.

Jikapun pekerjaan itu tidak ada kesalahan dalam kualitas maupun kuantitas, lantas kenapa mereka takut untuk memberikan RAB pembangunan SAB tersebut. Justru itu kita menilai seakan ada yang ditutupi dari pekerjaan ini.

“Jika tidak ada yang salah dari pekerjaan itu, seyogyanya RAB pekerjaan itu tidak perlu ditutup-tutupi seperti ada yang disembunyikan dalam terlaksananya pekerjaanya. Apakah ada yang salah jika kami mengetahui RAB pekerjaan tersebut,saya rasa itu tidak masalah,” terang Yudi.

Terkait hal itu, Aktivitas Bener Meriah itu  meminta pihak penegak hukum (APH) untuk mengusut proyek tersebut baik dari segi kualitas maupun kuantitas barang yang digunakan. Kita tidak mau ada penyalahgunaan dalam pekerjaan tersebut.

“Kita berharap tidak ada indikasi tindak Korupsi pekerjaan itu yang menimbulkan kerugian negara,” harap Yudi.

Petugas lapangan proyek pembangunan SAB Kampung Gajah Putih, Kampung Ronga dan Simpang Rahmat Bantah Gunakan Pipa Asal-asalan.

Sementara itu, Sucipto saat dikonfirmasi menegaskan, pihaknya siap mempertanggung jawabkan kualitas Pipa yang mereka gunakan sesuai dengan spek.

“Jika dibutuhkan kita siap menunjukan bukti-bukti seperti invoice pembelian Pipa tersebut, dan pipa yang kita gunakan sesuai dengan spek,”kata Sucipto.

Terkait pembangunan SAB tersebut, Sucipto menjelaskan proyek tersebut sudah selesai, bahkan masyarakat sudah menikmati airnya.

“Alhamdulillas pembangunan SAB tersebut sudah selesai dan saat ini masyarakat sudah memanfaatkannya. Jadi foto yang tersebar di Medsos itu merupakan poto saat proses pembangunan belum selesai,” jelas Sucipto. []

Komentar

Loading...