Presiden Duta Central Revolusi Rakyat (DCRR), Sufaini Usman Syekhy (Tgk Syekhy) kembali menjadi narasumber peHTem edisi Senin, 5 Desember 2022 episode ke 31 Tahun ke 3 dengan tema: Mimpi Aceh Merdeka Mulai Dilupakan Petinggi GAM? yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Polres Aceh Barat Buka Dapur Umum untuk Korban Banjir

YARA: Pj Bupati Kemana?

Humas YARA AcehKetua YARA Aceh Barat, Hamdani SSos SH MH
A A A

ACEHIMAGE.COM - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Aceh Barat menilai Penjabat Bupati Aceh Barat, Mahdi Efendi, tampak kurang berempati terhadap warganya yang sedang menghadapi bencana banjir.

Kesan ini, dinilai lantaran tidak ada aksi nyata yang dilakukan oleh Pj Bupati Aceh Barat dalam menangani banjir yang memang sudah acap kali dialami warga di sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Barat.

Ketua YARA Perwakilan Aceh Barat, Hamdani, malah melihat Pemkab setempat terkesan melecehkan warganya dalam menangani musibah banjir, lantaran Pj Bupati setempat tidak hadir ditengah masyarakat yang ingin menyampaikan keluhannya dalam menghadapi banjir yang terus terjadi disaat hujan deras dengan intensitas tinggi terjadi.

"Kemana Pj Bupati. Kok terkesan tidak peduli dengan warganya, dan malah hanya mengirim Sekda untuk menyalurkan mi instant.

Seharusnya, disini Pj Bupati Mahdi Efendi hadir. Kehadiran beliau bukan sekedar menyapa tentunya, tapi mendata persoalan agar ada penanganan," kata
Ketua YARA Aceh Barat, Hamdani SSos SH MH lewat siaran press. Senin, 7 November 2022.

Tidak hanya itu, Hamdani juga menilai sikap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat terkesan tidak begitu peduli dengan derita rakyatnya. Sebab, dalam penanganan masa panik hanya membagi beberapa bungkus mi instan.

Sikap ini, kata Hamdani, jauh berbeda dengan langkah yang diambil oleh Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat yang menurutnya mengambil langkah nyata dalam membantu korban banjir dalam masa panik.

Polres setempat, ucapnya, dipimpin langsung oleh Wakil Kepala, Komisaris Polisi Aditia Kusuma, bukan hanya membagi bantuan kebutuhan pokok untuk masa panik, tapi ikut mendirikan dapur umum.

Hamdani bahkan memberi apresiasi besar kepada Kapolres Aceh Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Pandji Santoso, yang meski sedang melaksanakan ibadah umroh namun masih memantau kondisi daerah serta memerintahkan anggotanya untuk memberi penanganan maksimal bagi korban banjir.

"Berkaca dengan sikap Polres harusnya Pj Bupati malu dong. Masa memimpin banyak SKPK [Satuan Kerja Perangkat Kabupaten] bahkan ada yang khusus menangani darurat bencana seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan juga Dinas Sosial serta Dinas Kesehatan harusnya bersinergi tangani korban banjir tapi kesannya saya lihat kurang bekerja.

"Timbul pertanyaan saya jika tugas ini dilakukan oleh yang harusnya dibidang keamanan dan penegakan hukum, lalu Pemkab dibawah Pj Bupati Mahdi tugasnya apa?" sebutnya.

Menurutnya, Pj Bupati Aceh Barat Mahdi Efendi selama ini hanya disibukkan dengan kegiatan-kegiatan seremonial tanpa langkah konkrit. Bahkan, kata dia, sepekan usai dilantik malah disibukkan dengan kegiatan Peusijuk.

"Jika sibuk dengan Peusijuk ini kan sudah seperti Bupati terpilih usai dinyatakan menang diundang sana-sini untuk di Peusijuk," ujarnya.

Kalau Bupati terpilih itu berbeda ritualnya itu mereka laksanakan sebelum dilantik untuk melaksanakan tugas. Tapi, sepekan usai dilantik masih di Banda Aceh jalani ritual peusijuk, datang ke Aceh Barat juga masih sibuk dengan di peusijuk. Padahal, sepekan itu waktu yang penting untuk bekerja," ucapnya.

Kondisi ini, kata dia, malah berbeda dengan beberapa daerah lainnya yang juga dipimpin oleh PJ Bupati. Katakanlah misalnya di Nagan Raya, Pj Bupatinya langsung aksi usai dilantik. Padahal, keduanya dilantik waktu yang sama.[]

Sumber:Rilis
Rubrik:ACEHACEH BARAT

Komentar

Loading...