Pengamat Kebijakan Publik, Dr. Nasrul Zaman, ST, M.Kes kembali menjadi narasumber peHTem edisi Senin, 28 November 2022 episode ke 29 Tahun ke 3 dengan tema: Pemko Banda Aceh Terutang Akibat Mantan Bankir Tak Becus Pimpin Kota? yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Isu Kudeta di China

‘Xi Jinping Jadi Tahanan Rumah’ Trending di Twitter

IstimewaPresiden China Xi Jinping
A A A

ACEHIMAGE.COM - Xi Jinping menjadi tren di Twitter pada Sabtu, (24/9/2022) karena desas desus yang belum diverifikasi, yang menyebutkan Presiden China itu berada di bawah tahanan rumah dalam sebuah upaya kudeta.

Laporan yang beredar menyebutkan bahwa Xi Jinping ditahan setelah pejabat senior Partai Komunis China (PKC) memecatnya sebagai kepala Tentara Pembebasan Rakyat (PLA). Laporan kudeta muncul setelah Xi kembali dari KTT Kerja sama Shanghai (SCO) di Samarkand, Uzbekistan.

Rumor mengatakan bahwa Xi tidak terlihat setelah KTT, dia melewatkan makan malam bersama para kepala negara lainnya. Segera setelah dia kembali ke Beijing, laporan pembatalan penerbangan besar-besaran menambah spekulasi media Barat dan Asia tentang kudeta. Spekulasi itu juga bertepatan dengan vonis mati terhadap dua mantan menteri dan penjara seumur hidup terhadap empat pejabat yang dijatuhkan pengadilan China.

Menjelang Kongres Partai ke-20 PKC pada 16 Oktober—acara terbesar di mana Xi akan mencari masa jabatan ketiga yang belum pernah terjadi sebelumnya—kampanye disinformasi besar-besaran mengejutkan beberapa negara, termasuk China. Pengamat militer dan ahli strategi di Amerika Serikat (AS), Taiwan, dan Nepal menunjukkan minat khusus terkait situasi di China dan memantau dekat perkembangan yang terjadi.

Salah satu alasan mengapa kampanye disinformasi seputar tahanan rumah Xi mendapat daya tarik, serta kepercayaan, adalah karena berita tersebut menggambarkan Jenderal Li Qiaoming sebagai pemimpin protagonis untuk mengorganisir kudeta.

Qiaoming (61), mantan komandan Komando Teater Utara PLA, menjadi pejabat yang sangat disukai oleh Xi, sehingga diisukan menciptakan ketidakpuasan di antara banyak pemimpin militer senior di China, menurut para ahli.

Dia meroket naik ke jabatan yang biasanya membutuhkan waktu lima tahun atau lebih. “Ini karena Xi mengidentifikasi dia sebagai pemikir dan ahli strategi militer China generasi sekarang,” kata seorang pejabat keamanan senior sebagaimana dilansir The Week.

Promosi tidak konvensional yang diberikan kepada beberapa junior atau perwira PLA yang lebih muda telah menjadi titik sakit bagi senior PLA, yang telah muncul. melalui saluran yang tepat dengan penuh kesabaran, kata pejabat itu.

Masalah promosi yang akan diumumkan selama Kongres Partai ke-20 sangat menarik. Di China, banyak calon jenderal dan perwira PLA yang lebih tua mengawasi perkembangan dengan cermat; apakah itu untuk Amerika atau Jepang, hasil Kongres Partai ke-20 akan menentukan keterlibatan di masa depan.

Bahkan, Jenderal Li Qiaoming kemungkinan akan masuk Komisi Militer Pusat pada Kongres Nasional ke-20.

Kebangkitan Qiaoming terjadi setelah 2013, ketika Xi berkuasa. Ia bergabung dengan PLA pada Desember 1976, dan merupakan anggota Komite Sentral PKC ke-19.

Dengan pengalaman dalam Perang Tiongkok-Vietnam, ia memegang beberapa jabatan penting di brigade artileri, divisi urusan militer dan divisi pelatihan sebelum diangkat sebagai kepala staf Tentara Grup ke-41 PLA pada Januari 2010.

Dalam waktu kurang dari lima tahun, ia diangkat komandan Tentara Grup ke-41 PLA pada 2013. Selama reformasi militer pada 2016, ia dipromosikan menjadi wakil komandan NTC. Pada Agustus 2017, ia menjadi komandan NTC—jabatan yang dipegangnya selama lima tahun.

Saat ini semua mata tertuju pada bagaimana Kongres PKC ke-20 di China akan berjalan. Melalui kongres ini, PKC diperkirakan akan memperkuat kontrolnya atas PLA.[]

Sumber:okezone.com
Rubrik:DUNIA

Komentar

Loading...