Bantuan Jaring ikan bersumber APBK tahun anggaran 2020 senilai Rp 1,4 Miliar yang diserahkan untuk kelompok nelayan kakap putih Kecamatan Seuneddon Kabupaten Aceh Utara diduga bermasalah. Mencuatnya aroma bermasalah bantuan jaring ikan untuk para nelayan tersebut, berdasarkan informasi yang diterima media ini dari kalangan masyarakat. “Bantuan jaring ini sudah diserahkan kepada nelayan sebanyak 144 orang dari jumlah usulan 166 orang, karena dipangkas anggaran faktor pandemi, maka yang mendapat bantuan 144 orang. Berupa bantuan lima lembar jaring, 30 kg timah pemberat dan pelampung jaring,” jelasnya Kamis (21/01/2021).

Wisatawan Kesal Tak Diperbolehkan Masuk Museum Tsunami

AK JAILANIWisatawan mengunjungi Museum Tsunami.
A A A

BANDA ACEH - Wisatawan mengaku kesal ketika tidak diperbolehkan masuk kedalam gedung Museum Tsunami. Padahal para wisatawan mengaku ingin melihat secara langsung seperti apa sisa-sisa bukti tsunami dahsyat melanda serambi Mekkah.

BACA JUGA:Bank Aceh Syariah dari Daerah Untuk Nasional

Para wisatawan terpaksa hanya mengabadikan moment bersama keluarga dari luar pagar gedung Museum setelah sebelumnya petugas memberi pengumuman tidak boleh masuk kedalam.

Eri Hasmuni Nainggolan, salah satu wisatawan yang mengaku berasal dari Siantar, Sumatera Utara sangat menyanyangkan ketika larangan itu berlaku.

"Itu yang sangat kita sayangkan,"kata Eri yang ditemui acehimage.com, Senin (28/12/2020) di seputar Museum Tsunami.

Ia mengaku sempat mengujungi juga beberapa situs bersejarahnya lainnya bersama keluarga. Dirinya mencotohkan seperti PLTD Apung.

Eri yang berbicara dengan khas Sumatera Utara mengaku ada dari anggota keluarga mereka yang menjadi korban saat musibah besar melanda Aceh 16 tahun silam itu.

Adapun tujuan ingin memasuki kedalam Museum Tsunami dengan dalih ingin melihat (mengamati) bukti peninggalan bencana kemanusiaan terbesar.

"Padahal ingin melihat bekas-bekas tsunami di dalamnya, Untuk mengingat kembali sejarah momen 2004,"sebutnya seraya mengatakan mereka akan mengunjungi Masjid Raya Banda Aceh.

Pengunjung lainnya, Fitri menyarankan bila dalam kondisi Pandemi sekarang bisa saja menggunakan aturan protokol kesehatan dengan membatasi jumlah pengunjung sehingga memungkinkan dapat menjaga jarak.

"Seharusnya bisa diatur, dibatasi jumlah ketika orang masuk kedalam, jadi gak ramai-ramai,"tuturnya.

Sementara berdasarkan penyampaian petugas yang berjaga disana, Museum Tsunami sudah lama tidak dibuka semenjak pandemi COVID-19 melanda.

Guna memperoleh informasi yang berimbang, acehimage.com menghubungi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin.

Namun sayangya, panggilan selular yang dilalukan wartawan media ini tidak terhubung meskipun kontak yang dihubungi dalam kondisi tersambung.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...