Presiden Duta Central Revolusi Rakyat (DCRR), Sufaini Usman Syekhy (Tgk Syekhy) kembali menjadi narasumber peHTem edisi Senin, 5 Desember 2022 episode ke 31 Tahun ke 3 dengan tema: Mimpi Aceh Merdeka Mulai Dilupakan Petinggi GAM? yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Oleh-oleh dari Lhok Seudu

Wisata Ikan Asin yang Menakjubkan

dsc_0023a
A A A

dsc_0056a dsc_0054a dsc_0053a dsc_0051a dsc_0050a dsc_0049a dsc_0047a dsc_0044a dsc_0041a dsc_0040a dsc_0038a dsc_0037a dsc_0036a dsc_0035a dsc_0034a dsc_0033a dsc_0032a dsc_0031a dsc_0030a dsc_0028a dsc_0027a dsc_0024a dsc_0023a dsc_0022a dsc_0019a dsc_0018a dsc_0017a dsc_0015a
ACEH BESAR - Berbagai jenis ikan asin dijual di kawasan Lhok Seudue, Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (4/12/2016). Ikan seperti kakap merah, taleueng, teri hingga gurita dan udang yang telah diasinkan secara tradisional tersebut menjadi salah satu andalan pendapatan masyarakat setempat.

Jika anda melewati ruas jalan barat selatan Aceh, maka jangan lupa di di Lhok Seudu, pasalnya, di jalan kilometer 28,5 itu menjajakan ikan asin yang menarik dijadikan oleh-oleh. Mulai dari ikan teri, gurita, ebi, dan ikan kerupuk serta siput bercangkang hitam.

Ikan yang dikeringkan itu sebagian besar berasal dari laut Lhok Seudu yang diolah oleh para nelayan daerah setempat.

Harga ikan asin, katanya, bervariasi sesuai dengan jenis dan ukuran. Seumpama ikan teri Rp50.000/bambu, ikan kerupuk Rp25.000/bambu, ebi Rp20.000/bambu dan gurita sesuai ukurannya. Berukuran besar seharga Rp85.000 dan kecil Rp40.000.

Delapan kios yang berjejeran di kanan jalan dari arah Banda Aceh ini, rata-rata penjualnya dari Desa Layeun dan Lhokseudu. Mereka sebagian besarnya Ibu rumah tangga yang membantu ekonomi keluarganya.

Fotografer:AK Jailani
Rubrik:FOTO

Komentar

Loading...