Pengamat Kebijakan Publik, Dr. Nasrul Zaman, ST, M.Kes kembali menjadi narasumber peHTem edisi Senin, 28 November 2022 episode ke 29 Tahun ke 3 dengan tema: Pemko Banda Aceh Terutang Akibat Mantan Bankir Tak Becus Pimpin Kota? yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Gelar Aksi Damai

Wartawan Desak Polres Aceh Tengah Tangkap Pelaku Ancam Bunuh Wartawan

SamsuddinPuluhan wartawan, aktivis dan mahasiswa semapaikan orasinya di depan Mako Polres Aceh Tengah
A A A

ACEHIMAGE.COM – Sejumlah wartwan bersama aktivis dan mashasiswa mengelar aksi damai di depan Mako Polres Aceh Tengah, aksi tersebut buntut tindakan premanisme oknum pengawas lapangan pengerjaan proyek pasar Rejewali di Kecamatan Ketol yang mengancam bunuh terhadap wartawan harian Rakyat Aceh yang bertugas di Kabupaten Aceh Tengah.

Dalam aksi itu, mereka mendesak Polres Aceh Tengah segera menangkan dua oknum yang  menandatangani dan mengancam bunuh wartawan  pada Kamis 10 November 2022.

“Pelaku ancam bunuh wartawan di Takengon itu harus segera ditangkap, karena unsur pidana sudah cukup,”kata Romandani wartawan Tribun Gayo dalam orasinya, Jumat, 11 November 2022.

Dikatakan Roma, kalau proyek yang disoroti oleh wartawan itu tidak terindikasi salah kenapa oknum pengawas itu harus takut sampai mengancam bunuh wartawan. Untuk itu, kami mendesak kedua oknum itu segera ditangkap. Ujar Roma.

Sebelumnya, Muhammaddinsyah aktivis muda Gayo meminta kasus pengancaman terhadap wartawan harian Rakyat Aceh, Jurnalisa pihak Polres Aceh Tengah harus menangani dengan serius. Sebab tindakan pengancaman yang dilakukan oknum pengawas proyek itu merupakan wujud dari tindakan penolakan terhadap azas demokrasi di negeri ini.

“Hari ini terjadi terhadap senior kami, jika ini dibiarkan tidak menutup kemungkinan esok atau lusa akan terjadi kepada saya dan kawan-kawan yang lainnya,”kata Muhammaddin.

Madin menegaskan, dirinya akan terus mengawal kasus tersebut sampai tuntas, jangan sampai biarkan oknum yang ancam bunuh wartawan itu bebas dari jeratan hukum.

Senanda, Iwan Bahagia wartawan Kompas juga menegaskan pengancaman yang dilakukan oknum tersebut terhadap wartawan Aceh Tengah sudah memenuhi delik pidana, sebab pelaku pengancam itu melakukan pengancaman ke rumah korban dan dilakukan di depan istri dan anak korban.

“Sejak kejadian pengancaman itu hingga saat ini pelaku masih bernapas lega bahkan masih bisa tidur nyenyak, seharusnya pihak Polres Aceh Tengah sudah menindak oknum tersebut karena oknum pidananya sudah terpenuhi,”ujar Iwan.

Semenatara itu, Wartawan Senior Tanah Gayo, Bahtiar Gayo menegaskan, setiap profesi itu punya resiko masing-masing. Jika takut dilebur ombak jangan berumah di tepi pantai. Jika takut terhadap ancaman mending tidak usah menjadi wartawan. Tegasnya.

Untuk itu, meski ancaman menerpa kita sebagai wartawan, kita tidak boleh takut karena profesi wartawan punya resiko. Yang paling penting, kata Wartawan Harian Waspada itu, wartawan dalam melakukan karya tulisnya harus mengedepankan nurani, etika, dan bermoral, berpedoman pada kode etik jurnalistik. Pungkasnya

Sedangkan Jurnalisa dengan tegas mengatakan, dirinya tidak akan berdamai dengan pelaku, kasus ini harus tetap diproses. “Tidak ada materia, tidak ada materi,tidak ada materai,”tegasnya. []

Komentar

Loading...