Ketua Komisi V DPRA, M. Rizal Falevi Kirani, kembali menjadi narasumber peHTem edisi Kamis, 6 Oktober 2022 episode ke 14 Tahun ke 3 dengan tema: Peran Anggota DPRA dalam Memperjuangkan JKA yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Minta Ganti Rugi

Warga Pintu Rime Gayo Menutup Sekolah Dasar

IstKadis Penidikan Bener Meriah sedang mendegarkan penjelasana warga yang mengaku penerima kuasa pemilik lahan SD Menderak
A A A

ACEHIMAGE.COM – Saleh seorag warga Kecamatan Pintu Rime Gayo, Junaidi sempat menutup Sekolah Dasar (SD) Negeri Menderek yang berada di Kampung Arul Gading, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah.

Ia menggembok pintu gerbang SD Menderek tersebut karena mengaku sebagai penerima kuasa dari pemilik tanah tersebut. Justru itu dia meminta kepada Pemkab Bener Meriah mengganti rugi lahan pembangunan SD tersebut.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Bener Meriah, Sukur saat dikonfirmasi awak media, Jumat 9 September 2022. “Ia, benar, kemarin pintu gerbang sekolah tersebut sempat digembok oleh salah seorang warga yang mengaku sebagai penerima kuasa dari pemilik tanah,” kata Sukur.

Namun, saat ini aktivitas belajar mengajar di SD Menderek tersebut kembali normal setelah di mediasi pihak forkopimcam Pintu Rime Gayo.

“Kita memang melihat surat kuasa dari pemilik tanah kepada warga tersebut, pun demikian sekolah tersebut sudah ada sejak daerah ini masih Aceh Tengah,” ujar Sukur.

Ia menjelaskan, untuk saat ini sekolah tersebut memiliki 60 siswa/I justru itu hak siswa dalam mendapatkan pelajaran di sekolah tersebut tidak boleh terganggu. “Warga yang mengaku pemilik tersebut sudah menggugat ke pengadilan, jadi kita tunggu hasil inkrah pengadilan,” ungkap Sukur.

Ia juga menyampaikan, terkait persoalan tersebut sudah dikuasakan kepada Kabag Hukum Pemkab Bener Meriah,”Ini sudah ditangani Kabag hukum, untuk lebih jelasnya bisa tanya kepada beliu,” imbuh Sukur.

Sementara itu, Kabag Hukum Pemkab Bener Meriah, Samusi Purnawira Dade menjelaskan, Pemkab melalui Camat sudah melakukan komunikasi dengan pihak yang melakukan pengembokan terhadap pagar sekolah tersebut.

“Kemarin sore atas laporan forkopimcam Pintu Rime Gayo dan Reje Arul Gading kita mendapatkan informasi bahwasanya saudara Junaidi sudah membuka pagar sekolah yang sebelumnya digembok,” jelas Dade.

Dade berharap semua pihak untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat mengganggu ketertiban apalagi mengganggu sarana umum terutama sekolah karena ada hak anak-anak tersebut untuk mendapatkan pendidikan.

Di sisi lain mari kita ikuti proses persidangan di Pengadilan Negeri dan menunggu putusan terhadap gugatan yang diajukan. Kita dari Pemda Bener Meriah patuh dan taat asas serta menghormati hak semua warga. Pungkas Kabag Hukum Setdakab Bener Meriah itu.[]

Komentar

Loading...