Aksi unjuk rasa yang yang dilakukan oleh Petani Kopi Menangis (PKM) di depan gedung DPRK Bener Meriah terjadi saling dorong dengan petugas keamanan. Satpol PP dan Personel Polres Bener Meriah menjadi benteng terdepan untuk menahan para pendomo untuk menerobos gedung DPRK Bener Meriah. Senin (19/10/2020)

Warga Keluhkan Kondisi Pasar Kampong Peuniti Bau dan Jorok

HT ANWAR IBRAHIMPasar tradisional yang dibangun masyarakat di Gampong Peuniti
A A A

BANDA ACEH -Kondisi pasar tradisional yang dibangun masyarakat di Gampong Peuniti, menebarkan bau tak sedap dan jorok mulai dikeluhkan masyarakat sekitar.

Pasar yang muncul sendiri di Jalan Abu Syeh Saman Peuniti Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh itu awalnya akibat pembiaran dari aparat Gampong, kotor dan bau ini lantaran selain sampah, juga bau amis bekas darah ayam potong dan ikan yang dijual disana berserakan dijalan karena setelah aktivitas tutup namun tempat nya tidak dibersihkan sehingga menimbulkan bau hingga masuk kerumah warga.

"Pasarnya ditengah Gampong padat penduduk tapi kondisinya kotor dan jorok. Selain sampah dan air bekas ikan dan ayam potong tidak dibersihkan hingga memuncul- kan aroma yang kurang sedap.Jadi baunya masuk ke rumah-rumah warga," kata salah seorang IRT, warga setempat yang nama dan identitasnya enggan ditulis, Minggu (20/9/2020).

Kadangkala katanya aroma tak sedap pun menyengat hingga mengganggu aktivitas warga lainnya.

Bukan hanya itu timpal warga yang lain, bahu jalan di pasar di jalan tersebut juga menyempit, selain barang digantung dipagar rumah warga juga lantaran pedagang sayur dan berbagai barang dagangan ditaruh memakan sebagian jalan.

"Warga yang melintas di sekitar pasar harus ekstra hati-hati dan tutup hidung karena bau amis. Sebab selain bau di kawasan itu juga banyak sampah," ujarnya.

Hal senada juga dilontarkan Harmany, dia mengaku miris dengan kondisi Pasar tanpa izin di atas jalan Gampung Peuniti yang dijadikan sebagai tempat menjual berbagai kebutuhan rumah tangga, namun kusam, kotor dan bau.

Keberadaan pasar tradisional di tengah - tengah lingkungan rumah penduduk ini kondisinya sangat memprihatinkan sekali, karena bangunan tempat jualan langsung dempet pada pagar rumah warga.

"Mirisnya lagi tak hanya kondisi pasar yang semrawut, tapi lokasi sekitar juga dipenuhi lapak, terutama bertengger di atas pagar dan saluran air," ungkapnya.

Kepentingan masjid dan anak yatim
Menanggapi keluhan warga tersebut, Kepala Dusun (Kadus) lingkungan Ratusafiatuddin Peuniti, Muhammaddon saat dikonfirmasi soal pasar tanpa izin itu
berkilah bahwa pasar tersebut atas seizin warga gampong. Pendapatan dari yang diperoleh dari pajak harian digunakan untuk kepentingan masjid dan anak yatim.

"Jadi pasar gampong yang ada di jalan ratusafiatddin semata - mata untuk biaya kemakmuran masjid dan untuk membantu anak yatim yang ada di gampong ini, peuniti," ujarnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...