Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata, ada lebih dari 300 rumah yang mengalami kerusakan dengan berbagai tingkatan, akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Malang dan sekitar Jawa Timur pada siang tadi. Data itu terakhir diterima BNPB pada pukul 20.00 WIB. "Data BNPB hari ini, pukul 20.00 WIB, lebih dari 300 rumah rusak dengan tingkatan berbeda, dari ringan hingga berat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan resminya, Sabtu (10/4/2021). "Catatan sementara, 13 unit rumah rusak namun belum ditentukan kategori tingkat kerusakan. Sedangkan sejumlah kerusakan fasilitas umum, antara lain sarana Pendidikan 11 unit, kantor pemerintah 7, sarana ibadah 6, RSUD 1 dan pondok pesantren 1," ungkapnya.

Meski Pandemi Belum Berakhir

Warga Ingin Sekolah Berlangsung Tatap Muka

FOR ACEHIMAGE.COMKetua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar
A A A

BAND ACEH - Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, dalam kegiatan reses pimpinan dewan yang berlangsung di Gampong Lamdingin, Sabtu (5/3/2021).

Banda Aceh – Setahun sudah pandemi Covid-19 melanda dunia dan hingga kini belum diketahui kapan akan berakhir. Munculnya wabah tersebut sudah membuat pola aktivitas masyarakat berubah di antaranya proses belajar mengajar yang dilakukan secara daring.

Kondisi ini dinilai sangat merepotkan orang tua karena pendidikan anak dirasa menjadi kurang maksimal. Hal tersebut dialami oleh Mira Fitria, warga Gampong Laksana, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh.

Kepada Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, Mira menyampaikan betapa kewalahannya dia dalam mengawal proses belajar anak-anaknya. Pada saat bersamaan dia juga harus melakukan kegiatan lain. Ia merasa lega setelah Pemerintah Kota Banda Aceh kembali menerapkan sekolah tatap muka pada tahun ajaran baru lalu dengan protokol kesehatan yang ketat.

Meskipun pandemi belum berakhir, Mira meminta agar pemerintah tetap memberlakukan sekolah tatap muka. Dengan begitu peserta didik bisa mendapatkan akses pendidikan secara normal.

“Melalui kegiatan ini saran saya sekolah di Banda Aceh tetap seperti dulu lagi, karena kalau di rumah kami sebagai orang tua tidak sempat mengajarkan mereka karena kami berkewajiban mencari nafkah juga,” kata Mira Fitria kepada Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, saat turun menemui konstituennya di Dapil Kuta Alam yang berlangsung di Gampong Lamdingin, Sabtu (5/3/2021).

Selama masa pandemi seperti ini kata Mira Fitria, para orang tua harus cerdas menjaga menjaga kesehatan anak seperti meningkatkan imunitas mereka dengan memberi vitamin. Saat anak-anaknya kurang enak badan hendaknya tidak diizinkan bersekolah untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Untuk kemajuan anak, maka harus mendapatkan ilmu yang memadai, karena itu kami menyarankan agas sekolah diadakan seperti dulu lagi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, ditinjau minimal semingu sekali supaya sekolah tetap pr aktif melakukan pengawasan terhadap anak didik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRK Farid Nyak Umar menyampaikan setelah melakukan belajar daring selama sembilan bulan pada tahun 2020, sejak tahun ajaran baru 2021 pemerintah mulai memberlakukan sekolah tatap muka secara langsung.

Karena pandemi Covid-19 belum berakhir, saat ini pembelajaran dilakukan dengan sistem shif. Namun, masyarakat menginginkan proses belajar mengajar kembali normal seperti sebelum pandemi Covid-19.

Sejauh ini pihaknya meminta kepada Pemerintah Kota Banda Aceh khususnya instansi terkait yaitu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar sekolah tetap berlangsung tatap muka, tetapi dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Langkah ini dilakukan agar tidak terjadi kasus baru atau muncul penularan wabah dari klaster sekolah. Oleh karena itu, perlu terus membiasakan anak-anak menggunakan masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

“Jadi kami harap masyarakat bisa memahami ini, kita bersama pemerintah dan forkopimda terus melakukan evaluasi secara rutin, evaluasi bulanan, bagaimana situasi pandemi, jangan sampai kemudian ketika dibuka seperti sebelum Covid-19 akan menimbulkan masalah kemudian hari,” tutupnya.

 

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...