Ketua Lembaga Pemantau Pendidikan Aceh (LP2A), Dr. Samsuardi, MA, menjadi narasumber peHTem edisi Senin, 3 Oktober 2022 episode ke 13 Tahun ke 3 dengan tema: Benarkah di Bawah Tangan Alhudri Pendidikan Aceh Terpuruk? yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Warga Cot Girek Lhokseumawe “Mandi Debu” Jalan Tidak Disiram

Kondisi Jalan Berlumpur Karena Pipa Air Patah Akibat Pekerjaan Jalan.
A A A

LHOKSEUMAWE - Pembangunan Jalan Cot Girek Kandang Kota Lhokseumawe yang sedang dikerjakan pihak rekanan sudah berlangsung sejak empat hari ini tidak disiram oleh pihak pelaksana.

Hal tersebut dikatakan oleh warga sekitar pinggiran jalan tersebut, karena selain dagangan mereka di kepul debu, mereka terpaksa dalam beberapa hari ini harus mengirup debu akibat pekerjaan jalan tersebut.

Warga yang berjualan di pinggir menyampaikan protes kepada pelaksana proyek yang tidak menyiram jalan karena berdebu.

"Kami sudah beberapa kali menyampaikan kepada pihak yang mengawal dilapangan, agar jalan itu disiram, tapi sudah 4 hari jalan ini juga belum disiram. mereka jangan cuma mementingkan proyeknya saja, sementara kami teraniaya dengan kondisi debu seperti ini," cetus salah seorang warga di gambar di atas tersebut dengan nada tinggi. Kamis 22 September 2022.

Tak hanya itu kata warga, pihak pekerja jalan tersebut dinilai tidak profesional dalam tahap melaksanaan pekerjaannya, bahkan pipa air di pinggir jalan terjadi patah di congkel saat pengererokan jalan. Mereka juga terkesan mengabaikan kepentingan orang lain untuk terlaksana proyek sendiri.

"Kami sangat kecewa kepada pelaksana jalan itu, karena tega membiarkan kondisi kami seperti ini hingga dagangan kami terbalut berdebu, kami juga prihatin. bahkan ada juga pengguna jalan yang jatuh dari kendaraan hingga patah rahang akibat mata berdebu disamping tidak ada rambu-rambu pekerjaan proyek,  biarkan saja jalan hancur. Kalo memang membiarkan orang lain menderita," teriak warga itu lagi.

Berdasarkan amatan media, pekerjaan jalan tersebut tidak ada pamplet proyek, baik pamplet pagu dan kegiatan proyek maupun pamplet keselamatan saat dilakukan pekerjaan. Bahkan ada beberap titik pipa air yang patah daerah pengerukan jalan hingga menyebabkan jalan berlumpur.

Sementara Kepala Dinas PUPR Lhokseumawe melalui Kabid Bina Marga Faisal, saat dihubungi tidak diangkat, pesan WhatsApp pun yang dikirim media ini juga tidak tidak dibalas. Bahkan pihak media sangat sulit menghubungi Kabid Bina Marga untuk melakukan konfirmasi termasuk beberapa permasalah lainya, Kabid Bina Marga tersebut terkesan tidak koperatif dengan konfirmasi awak media.[]

Komentar

Loading...