Penolakan terhadap rencana Tgk H Sarkawi mengundurkan diri dari jabatan Bupati Bener Meriah terus bermunculan, jika sebelumnya penolakan tersebut datang dari HPBM dan Partai PKS, kali ini hampir seluruh unsur agama islam di daerah berhawa sejuk itu juga menyatakan sikap menolak pengunduran diri Sarkawi sebagai Bupati.

Ini Saran DPRK ke Pemerintah

Warga Blokir TPA Muyang Kute Mangku

ISTIMEWASampah di TPA Muyang Kute Mangku
A A A

BENER MERIAH – Masyarakat Muyang Kute Mangku Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah memblokir Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang berada dikawasan tersebut. Pasalnya sampah-sampah yang dibuang telah mencemari aliran sungai bidin yang mengalir ke Kecamatan Syiah Utama.

Pemblokiran TPA yang telah bertahun-tahun menampung sampah rumah tangga, terjadi pada Jumat 10 April 2020 lalu yang dilakukan masyarakat Muyang Kute Mangku secara bergotong royong dengan menutup jalan masuk ke pembuangan sampah tersebut.

Hal itu disampaikan Anggota DPRK Bener Meriah Andi Sastra kepada acehimage.com dalam keterangannya, Minggu (12/4/2020).

Politisi Hanura itu menyampaikan akibat ditutupnya jalan masuk ke TPA tersebut truk yang mengakut sampah pada waktu itu terpaksa putar balik dan kembali ke Kabupaten lantaran di suruh pulang oleh para warga yang sedang bergotong royong.

Setelah peristiwa pengusiran truk pengangkut sampah, ke esokan harinya Pelaksana harian (Plh) Kepala Dinas Lingklungan Hidup Pertamanan dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Bener Meriah Fitra Gunawan yang didampingi Camat Kecamatan Bandar Mukhtar, Mukim Kute Teras dan juga Andi Sastra sebagai Anggota DPRK dari Dapil tersebut untuk melakukan musyawarah dan negosiasi dengan warga.

“Kehadiran Kadis DLHK Bener Meriah untuk bermusyawarah atau bernegosiasi dengan masyarakat dalam mencari solusi terhadap TPA yang ada di Desa Muyang Kute Mangku,“kata Andi.

Anggota DPRK Bener Meriah Andi Sastra

Menurut anggota DPRK yang telah tiga priode duduk di parlemen itu, masyarakat disana tetap bersikukuh mempertahankan TPA tersebut ditutup secara permanen. Alasannya karena sampah-sampah yang dibuang kesana jika musim penghujan tiba maka sampah mencemari sungai yang mengalir ke beberapa Kampung di Kecamatan Syiah Utama Seperti Kampung Tembolon, Rusip juga lalat-lalat berterbangan kerumah warga akabat sampah yang telah membusuk.

Karena dalam musyawarah tersebut tidak ada keputusan, Kadis DLHK Bener Meriah kemudian menyampaikan ikhwal pemblokiran TPA kepada Bupati Bener Meriah dan Seketaris daerah Bener Meriah.

Mewakili Bupati Bener Meriah Tgk H Sarkawi, Sekda Bener Meriah Drs Haili Yoga melakukan musyawarah dengan Reje Kampung Mayang Kute Mangku, Perwakilan Perempuan, Pemuda di Kantor DLHK setempat, kemudian Pemerintah daerah Kabupaten Bener Meriah mengamini TPA yang berada di Kampung tersebut kedepan tidak difungsikan lagi untuk menampung sampah-sampah yang diangkut dari Kabupaten ke tempat tersebut.

Mewakili Komisi C DPRK Bener Meriah, Andi Sastra menegaskan, permasalahan sampah di daerah ini jangan diangap sepele harus di pikirkan solusi untuk mengatasinya, Ia sangat menyesalkan kejadian ini dan menganggap sebuah kelalaian dari pemerintah.

"Atas langkah pemerintah mengamini ( mengabulkan) permintaan masyarakat untuk tidak lagi memfungsikan TPA itu lagi, patut kita apresiasi karena tempat itu selama bertahun-tahun telah menjadi “wisata" sampah meski beberapa kali ditolak keberadaannya namun baru tahun ini mendapat respon," terang Andi Sastra.

Sebagai solusinya, kata Andi, saat ini pemerintah Bener Meriah sedang mempersiapkan lahan untuk TPA yang baru. Kepala eksekutif dia menyarankan agar membeli alat pengelolaan sampah yang cangih yang bisa memisahkan sampah organik dan non organik.

"Dan bisa juga digunakan untuk mengelola sampah menjadi biji plastik dan pupuk kompos. Jika Pemkab Bener Meriah serius seharusnya bisa membeli alat itu, walaupun mahal, tetapi demi kepentingan masyarakat tidak jadi masalah,” sebut Andi Sastra.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...