Polres Bener Meriah melalui Satreskrim telah menetapkan tersangka dan menahan dugaan pembuatan ijazah palsu, pada Sabtu (23/1/2021) lalu. Tersangka yang ditetapkan yakni , AS (37) yang merupakan staf di Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah yang mengaku telah membuat sebanyak 30 lembar ijazah. Polres Bener Meriah, AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Rifki Muslim mengatakan, sejauh ini masih menetapkan dan menahan tersangka dugaan pembat ijazah palsu.

Pandemi Covid-19 Belum Usai

Warga Bener Meriah Diminta Lebih Disiplin Terapkan Prokes

ISTIMEWAJuru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Bener Meriah, Khalisuddin
A A A

BENER MERIAH - Sehubungan dengan ditemukannya variasi baru mutasi Covid-19 yang berasal dari Inggris, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bener Meriah mengajak seluruh masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

"Kami memahami bahwa masyarakat hampir pada titik jenuh terhadap pandemi Covid-19, beberapa minggu kebelakang ini juga kasus di Bener Meriah belum ada lagi lonjakan kasus yang berarti, namun mengingat akhir tahun ini Bener Meriah dan Aceh Tengah menjadi destinasi kunjungan penduduk luar maka kita harus mewaspadai setiap orang yang datang dari luar Bener Meriah," kata Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Bener Meriah, Khalisuddin, Rabu (30/12/2020).

Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bener Meriah terus melakukan upaya tracking dan deteksi dini terhadap orang-orang yang dianggap berisiko.

"Kemarin kami menerima informasi dari Bidang Data dan Informasi ada 1 warga luar Bener Meriah yang datang ke Bener Meriah dari Jawa Barat untuk kegiatan dakwah terdeteksi hasil Rapid Test Anti Gen nya menunjukan hasil reaktif dan yang bersangkutan saat ini dirawat di Pinere RSUD Munyang Kute," terangnya.

Sebagai informasi tambahan, penanganan dan deteksi dini Covid-19 di Kabupaten Bener Meriah saat ini sudah menggunakan pemeriksaan Rapid Test Antigen dan juga tetap Pemeriksaan SWAB.

"Pemeriksaan Rapid Test Antigen ini akurasi hasilnya 70-80 persen, namun untuk menentukan seseorang terkonfirmasi positif covid-19 atau tidak tetap menunggu hasil pemeriksaan SWAB," kata dia.

Mengutip beberapa sumber jurnal dan pemberitaan

Sementara Ketua Tim Ahli Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bener Meriah Rizki Wan Okta menjelaskan bahwa terkait adanya informasi mutasi baru Covid-19 pada dasarnya strain atau mutasi virus Covid-19 yang ditemukan di Inggris menunjukkan bahwa tingkat penularannya 70 persen lebih tinggi dari sebelumnya.

"Pun begitu belum ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa virus ini lebih berbahaya atau ganas sehingga tidak akan mengurangi efektifitas dari Vaksin Covid-19," ujarnya.

Sementara untuk data terkini di Bener Meriah, angka Positif berjumlah 167 orang, meninggal dunia 8 orang, sembuh 159 orang. Tidak ada yang dirawat maupun menjalani isolasi mandiri.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...