Jalan akses menuju Samar Kilang Kecamatan Syiah Utama, Kubupaten Bener Meriah lumpuh total akibat longsor dan pohon tumbang.“Mungkin kejadianya tadi malam, soalnya kemaren sore anggota saya pulang jalannya masih baik-baik saja," ungkapnya. Munurut Mustakim, longsor tersebut menimpa separuh badan jalan dengan panjang mencapai 17 meter, namun pohon-pohon dari atasnya tumbang dan menutup badan jalan sehingga jalan tersebut tidak dapat dilalui untuk saat ini.

Wali Kota Apresiasi BI Serius Wujudkan Banda Aceh Smart City

HUMAS PEMKO BANDA ACEHPertemuan antara Wali Kota Aminullah dan Deputi Kepala BI Perwakilan Aceh T Amir Hamzah dan jajarannya di pendopo, Selasa 3 November 2020
A A A

BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman mengapresiasi Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh yang menurutnya sangat serius dalam upaya mewujudkan Banda Aceh sebagai smart city atau kota pintar.

Teranyar, BI menginisiasi program elektronifikasi transaksi keuangan atau pembayaran non tunai di Ibukota Provinsi Aceh. Program ini pun mendapat dukungan penuh dari Wali Kota Aminullah.

Sejauh ini, pembayaran digital dengan metode scan barcode menggunakan aplikasi QR Indonesian Standard (QRIS) tersebut, sudah mulai diterapkan di Pelabuhan Ulee Lheue dan Pasar Aceh. Peluncurannya direncanakan Minggu 8 November 2020.

Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Wali Kota Aminullah dan Deputi Kepala BI Perwakilan Aceh T Amir Hamzah dan jajarannya di pendopo, Selasa 3 November 2020. Pada kesempatan itu, wali kota turut didampingi oleh Kabag Adm Pembangunan M Syaifuddin Ambiya dan Plh Kabag Adm Perekonomian Setdako Banda Aceh Musfa Gustiawati.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada BI yang sangat serius dalam upaya mewujudkan Banda Aceh Smart City. Oleh karenanya, kami pun siap mendukung penuh program elektronifikasi atau pembayaran digital yang digagas BI,” katanya.

Apalagi Banda Aceh memang sudah ditetapkan sebagai pilot project smart city di Indonesia oleh pemerintah pusat. “Dan insya Allah sistem pembayaran non tunai ini akan mempercepat Banda Aceh Smart City,” kata Aminullah seraya mengucapkan terima kasih atas perhatian BI selama ini untuk Banda Aceh.

Menurut mantan Dirut Bank Aceh ini, elektronifikasi transaksi keuangan juga sejalan dengan kebijakannya untuk menyeimbangkan pembangunan teknologi, infrastruktur, dan kemasyarakatan. “Hasilnya sudah mulai kita tuai sekarang: IPM Banda Aceh menjadi terbaik dua nasional dan UMKM naik 98 persen, dari 10 ribuan pada 2019 menjadi 15 ribuan unit usaha sekarang,” katanya.

Sementara Amir Hamzah yang mewakili Kepala BI Aceh yang baru Achris Sarwani, mengatakan, launching elektronifikasi transaksi keuangan (pembayaran digital/non tunai) di Pelabuhan Ulee Lheue dan Pasar Aceh akan digelar secara virtual.

“Pada acara tersebut kami juga akan memutar video testimoni Pak Wali, dan berharap jika ada waktu luang mohon kesediaannya untuk hadir secara live juga,” katanya.

Ia pun berharap Banda Aceh bisa menjadi role model pembayaran digital via QRIS di Aceh bahkan Indonesia. Selain di pelabuhan dan pasar, pihaknya juga akan menggarap pembayaran retribusi sampah secara digital. “Nanti kita juga akan memperkenalkan retribusi sampah online yang rencananya akan kita terapkan tahun depan bersama DLHK3.”

Amir Hamzah turut mengucapkan terima kasih kepada Aminullah atas komitmennya dalam menyukseskan pembayaran non tunai di Banda Aceh. “Berkat komitmen Pak Wali, program-program BI didukung penuh oleh jajaran SKPK terkait. Kami yakin, Banda Aceh smart city akan cepat terwujud di bawah kepemimpinan Bapak,” ujarnya.

Rubrik:BANDA ACEH

Komentar

Loading...