Koordinator Masyarakat Pengawal Otsus (MPO) Aceh, Syakya Meirizal, menjadi narasumber peHTem edisi Senin 20 September 2021 episode 9 Tahun ke II dengan tema: Aset Ratusan Milyar Terbengkalai di Pulo Aceh, Manajemen BPKS Kerja Apa? yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

SMA Bustanul Ulum dan SMK N 5 Bener Meriah

Wakili Indonesia Ikuti Teater Tiga Negara

For acehimage.comBahtiar
A A A

BENER MERIAH – Patut diapresiasi, dua sekolah di Kecamatan Pertama, Kabupaten Bener Meraih terpilih mengikuti workshop teater tiga negara. Yakni SMK N 5 Bener Meriah dan SMA Bustanul Ulum.

Hal itu diungkapkan Bahtiar selaku pendamping peserta tersebut, kepada media ini melalui keterangan tertulisnya, Minggu, 1 Agustus 2021.

Menurut Bahtiar, workshop teater tiga negera tersebut diantaranya, Indonesia, Filipina, dan Jepang yang diselengarakan Komunitas Tikar Pandan dan Cordillera Green Network (CGN) dengan  mengajar tentang isu lingkungan hidup dan pandemik untuk remaja Filipina, Indonesia dan Jepang secara daring.

“Sebenarnya kegiatan ini diadakan di negara Jepang, akan tetapi karena pandemi COVID-19 acara ini dilaksanakan secara daring, peserta yang ikut dalam acara kegiatan ini merupakan peserta pilihan dari sekolah SMK N 5 Bener Meriah dan juga SMA Terpadu Bustanul Ulum,” ungkap Bahtiar

Sementara, Project Coordinator, M Reza menyebutkan, karena penyebaran COVID-19, kegiatan tahunan ini sempat tertunda selama lebih dari satu tahun dan baru dilaksanakan pada 29 -31 Juli 2021, secara online dan offline.

“Tema lokakarya teater tahun ini "Folktales” mengungkap kisah-kisah yang diturunkan secara turun-temurun. Kita bisa melihat bagaimana nenek moyang kita telah mengatasi berbagai bencana alam sejak zaman dahulu, termasuk situasi pandemik,” jelasnya M. Reza

Dalam kesempatan yang sama, Agus Nur Amal seorang pendongeng dan seniman tutur sebagai Head of Facilitator menambahkan, dalam tiga hari workshop anak-anak Bener Meriah telah merumuskan satu cerita berhubungan dengan penyebaran penyakit

Agus menambahkan, cerita tersebut kemudian dikembangkan dalam bentuk seni pertunjukan yang mempergunakan multimedia dengan bahasa Gayo.

"Keseluruhan pertunjukan mampu membuat anak-anak paham akan pentingnya peringatan dini mengenai bencana penyakit dan mampu membuat mereka bahagia serta ingin mengebangkan teater di sekolah masing-masing," tuturnya.

Kegiatan ini didukung oleh The Japan Foundation Asia Center dalam agenda pertukaran budaya.[]

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...