Koordinator Masyarakat Pengawal Otsus (MPO) Aceh, Syakya Meirizal, menjadi narasumber peHTem edisi Senin 20 September 2021 episode 9 Tahun ke II dengan tema: Aset Ratusan Milyar Terbengkalai di Pulo Aceh, Manajemen BPKS Kerja Apa? yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Kunker

Wakil Menteri Pertanian RI Berkunjung Ke PT PIM

Wakil Menteri Pertanian RI Berkunjung Ke PT PIM
A A A

Aceh Utara - Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi mengunjungi PT Pupuk Iskandar Muda di Krueng Geukuh, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, pada Rabu 8 September 2021.

Kunjungan Wamentan RI didampingi Wakil Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Nugroho Christijanto beserta rombongan di sambut langsung oleh Direktur Utama PT PIM Budi Santoso Syarif, Direktur Keuangan dan Umum Rochan Syamsul Hadi, Direktur Operasi & Produksi Jaka Kirwanto, Dinas Pertanian Aceh Utara, serta Jajaran SVP PIM.

Pada kunjungan ini, Wakil Menteri Pertanian melakukan plan tour ke Pabrik PIM I dan II, meninjau langsung Gudang Pupuk Urea untuk melihat ketersediaan stok pupuk di PIM guna menyambut Musim Tanam II Tahun 2021, serta peninjauan Protek NPK dan IMIA.

Melihat Amoniak PIM I yang belum beroperasi, Wamentan Harvick mendukung dihidupkannya kembali pabrik Amoniak tersebut guna memenuhi kuota pupuk nasional, khususnya kebutuhan di wilayah pemasaran PT PIM.

“Pabrik PIM I berhenti cukup lama karena keterbatasan bahan baku gas, maka atas instruksi Presiden, saya diminta meninjau langsung kondisi perbaikan pabrik PIM I agar bisa spin up dan berproduksi kembali,” ujar Wamentan Harvick.

Dalam kunjungannya, Harvick menyebutkan bahwa pihaknya telah menyaksikan sendiri bagaimana manajemen Pupuk Indonesia bersama PIM telah melakukan banyak hal dalam waktu singkat untuk mengatasi permasalahan di PIM, terutama soal pasokan gas. Begitu juga perihal rencana pengembangan pabrik pupuk NPK dan lahan IMIA di PIM.

Wakil Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Nugroho Christianto yang saat itu mendampingi Wamentan menambahkan bahwa pihaknya telah mendapatkan Gas dalam bentuk LNG untuk memenuhi kebutuhan pupuk Urea. “Untuk pasokan gas, Alhamdulillah sudah relatif cukup terjamin dalam waktu dekat dapat digunakan" tutur Nugroho.

Direktur Utama PT PIM, Budi Santoso Syarif, saat mendampingi Harvick meninjau gudang pupuk bersubsidi dan non subsidi menyampaikan bahwa stok pupuk di PIM saat ini sebesar 51.152 ton pupuk urea, sedangkan realisasi penyaluran hingga akhir Agustus 2021 sebesar 242.872 ton urea untuk seluruh wilayah pemasaran PIM yaitu Aceh, Sumut, Riau, Sumbar, Kepri, Jambi, Kalteng, Kalbar, Kalsel,” ujar Budi.

Budi menambahkan bahwa PIM membutuhkan bahan baku Gas sebesar 55 MMSCFD untuk satu pabrik. “Jika PIM I dihidupkan maka kebutuhan bahan baku gas dua kali dari sekarang, untuk itu kami berharap pemerintah tetap mendukung PIM untuk kecukupan bahan baku gas untuk kebutuhan dua pabrik dengan harga kompetitif,” terang Budi.

Direktur Keuangan & Umum PIM, Rochan Syamsul Hadi disela-sela waktu kunjungan Wamentan menyampaikan bahwa PIM juga  memasarkan produk non subsidi yaitu Pupuk Polivit dan NPK untuk mendukung kebutuhan petani.

“Saat ini PIM juga sedang membangun pabrik pupuk NPK Chamical kapasitas 500 ribu ton pertahun, inshaAllah akhir tahun 2022 bisa berproduksi,” ujar Rochan.[]

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...