Juru Bicara Partai Aceh, Nurzahri ST, narasumber peHTem edisi Kamis 24 Juni 2021 episode 50 dengan tema: Dewan Partai Aceh Sibuk Pokir, Peringatan Muzakir Manaf Serius atau Sensasi?, dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Wakil Ketua DPRA Diminta Perjuangkan Sarana dan Prasarana Peningkatan Mutu Pendidikan

Waka Dpra Safaruddin
A A A

BLANGPIDIE – Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Aceh Barat Daya (Abdya) berharap Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Safaruddin dapat memperjuangkan sarana dan prasarana pendukung untuk peningkatan mutu pendidikan di sekolah yang dipimpinnya. Permintaan tersebut bukan tanpa alasan, selain Safaruddin merupakan dewan dari pantai barat selatan Aceh, pria tersebut pun merupakan alumni SMAN 1 Abdya.

“Sarana dan prasarana di sekolah ini, masih sangat jauh dari kesempurnaan. Untuk itu kami harap bapak memperjuangkan berbagai sarana dan prasarana untuk meningkatkan mutu pendidikan anak-anak di sekolah ini,” ujar Kepala Sekolah SMAN 1 Abdya, Rina S kepada Safaruddin saat berkunjung ke sekolah tersebut, Senin, 5 April 2021 lalu.

Rina menjelaskan, adapun kebutuhan untuk penunjang peningkatan mutu pendidikan di SMAN 1 Abdya yakni revitalisasi gedung, yang menurutnya saat ini beberapa bangunan sudah tidak layak dikarenakan sekolah itu tidak memiliki lahan untuk penambahan bangunan. Selain itu, sekolah tersebut juga membutuhkan revitalisasi ruangan kelas, serta laboratorium dan perpustakaan yang kondisinya saat ini masih tidak layak.

"Yang terpenting adalah fasilitas-fasilitas untuk proses pendidikan guna meningkatkan kemampuan para siswa," harapnya.

Safaruddin selaku Wakil Ketua DPRA juga diminta untuk memperjuangkan kesejahteraan bagi guru kontrak. Sedangkan perwakilan pelajar menyampaikan agar Safaruddin dapat memperjuangkan beasiswa bagi pelajar yang berpretasi di bidang nonakademik.

Safaruddin dalam kesempatan itu mengatakan akan mencatat dan menyampaikan sejumlah persoalan yang disampaikan para guru tersebut untuk diteruskan nantinya ke Komisi VI DPRA.

“Ini nanti akan menjadi PR saya. Persoalan ini akan saya sampaikan semuanya ke Komisi VI DPRA untuk dibahas dengan Dinas Pendidikan Aceh, khususnya menyangkut kesejahteraan guru kontrak. Jangan beban kerjanya saja yang berat, tapi apa yang mereka dapat tidak sesuai,” ungkapnya.

Selain itu, Safaruddin menyatakan dirinya sepakat bahwa para tenaga didik dalam menjalankan tugasnya harus didukung dengan sarana dan prasarana penunjang pendidikan.

“Menyangkut sarana dan prasarana, saya sepakat hal tersebut harus diperjuangkan. Jika kita berbicara sumber daya manusia, tetapi itu tidak didukung dengan sarana dan prasarana penunjang pendidikan itu omong kosong juga. Guru jika tidak didukung pelatihan, pembekalan atau bimbingan teknis, maka peningkatan mutu pendidikan akan sulit dilakukan,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait beasiswa bagi pelajar yang berprestasi di bidang non akademik, Safaruddin mengatakan hal tersebut juga akan dibahas bersama Pemerintah Aceh agar dialokasikan pada tahun 2022 mendatang. “Tapi lebih baik lagi para pelajar yang berprestasi di bidang non akademik, juga didukung dengan prestasi akademik,” harapnya.

Selaku Wakil DPRA yang membidangi pendidikan, Safaruddin fokus untuk mendukung apapun yang dibutuhkan dalam peningkatan mutu pendidikan di Aceh.

“Saya akan fokus dalam bidang pendidikan, karena bagi saya peningkatan mutu pendidikan di Aceh sangat penting. Apalagi persoalan kemiskinan itu juga dipengaruhi akibat rendahnya mutu pendidikan di Aceh. Maka dari itu, mustahil jika kita menyelesaikan persoalan kemiskinan, jika persoalan pendidikan atau sumber daya manusia itu tidak dibenahi,” pungkasnya. []

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...