Direktur Dana dan Jasa Bank Aceh Syariah, Amal Hasan menjadi narasumber peHTem edisi Senin 10 Mei 2021 Episode 37 Tahun ke 2 dengan Tema: Sahuti Kebutuhan Masyarakat, Bank Aceh Luncurkan Kartu Debit yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Berebut Pemilih

Wacana Koalisi Partai Islam Diprediksi Sulit Terwujud

PKS-PPP
A A A

JAKARTA - Wacana poros partai Islam muncul usai pertemuan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Persatuan Pembangunan, Kamis (16/4). Meski demikian, gagasan ini tak disambut baik oleh Partai Amanat Nasional.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan menganggap wacana tersebut kontraproduktif dengan upaya rekonsiliasi seluruh elemen masyarakat. Bukan tanpa sebab, Masyarakat saat ini sudah cukup terbelah usai penggunaan politik identitas saat Pemilihan Presiden 2019.

Menurutnya, luka di masyarakat masih terasa meski elite saat ini cepat bersatu. “Seharusnya kita bersama-sama berpikir kesejahteraan rakyat, mewujudkan ide kesetaraan, gagasan kedaulatan, dan seterusnya,” kata Zulkifli, Jumat (16/4) dikutip dari Antara.

Pengamat juga menganggap wacana ini sulit terwujud lantaran ceruk pemilih yang relatif sama. Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari mengatakan keengganan Zulkifli bisa juga terjadi karena PAN dan PKS berebut ceruk pasar yang sama.

“PKS dan PAN itu sama-sama basis Islam modernis, akan sulit kerja sama karena memperebutkan pasar yang sama,” kata Qodari dalam rekaman video yang dibagikan, Jumat (16/4).

Adapun, PPP dalam hal ini cocok jika bekerja sama dengan PKS lantaran berasal dari kalangan tradisional. Namun, Qodari mengatakan akan sulit mempertemukan Partai Kakbah dengan Partai Kebangkitan Bangsa dalam satu platform.

“Karena basisnya sama-sama Nahdliyin, segmennya sama dan tidak menambah suara,” katanya.

Senada dengan Qodari, penelisi Lingkaran Survei Indonesia Rully Akbar beranggapan koalisi besar ini akan sulit terbentuk lantaran karakter akar rumput pendukung yang berbeda. Ia menduga wacana koalisi ini hanyalah langkah sejumlah partai berbasis agama untuk berkompetisi melawan partai yang sudah mapan.

“Ada kebutuhan melawan partai mapan seperti PDI Perjuangan, Golkar, atau Gerindra,” katanya.

Sebelumnya Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa bertemu dengan Ketua Umum PKS Ahmad Syaikhu, Kamis (15/4). Dalam pertemuan, kedua partai membuka kans membentuk koalisi untuk memperjuangkan kepentingan umat Islam dalam Pemilihan Umum 2024.

Sekretaris Jenderal PKS Habib Aboe Bakar Alhabsyi juga akan menyambut siapapun yang bergabung dengan koalisi ini. Apalagi persiapan menuju gelanggang 2024 masih panjang. “Kami akan menyatukan kerja sama besar dengan partai lain,” kata Aboe Bakar.

Sekretaris Jenderal PPP Arwani Thomafi juga menganggap peluang adanya koalisi adalah salah satu cara membangun demokrasi yang lebih baik. Senada dengan PKS, Partai Kakbah juga melihat potensi pada 2024 mendatang. “Kami terbuka berbicara dalam berbagai sisi menuju tatanan 2024,” kata dia.[]

Sumber:KATADATA
Rubrik:NASIONAL

Komentar

Loading...