Teuku Raja Keumangan SH MH, Sekretaris Fraksi Partai Golkar narasumber peHTem edisi Kamis 29 Juli 2021 episode 60 dengan tema: DPRA Diminta Bentuk Pansus Dana Siluman, Kemana Mengalir Dana Apendiks? dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Pengadilan Tinggi Palembang

Vonis Mati Lima Gembong Narkoba 5 Kg Sabu Dikuatkan

NETIlustrasi
A A A

PALEMBANG - Hukuman mati lima gembong narkoba Doni dkk dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi (PT) Palembang. Mereka yaitu Doni, Alamsyah, Ahmad Najmi Ermawan, Yati Surahman (perempuan), dan Mulyadi yang digerebek dengan barang bukti 5 kg sabu.

Kasus bermula saat Najmi dan Alamsyah transaksi narkoba di dekan Pasar Macan, Palembang pada 22 September 2020. Yati memberikan sebuah tas berisi sabu ke Najmi. Ternyata aparat BNN sudah mengintai pergerakan komplotan tersebut dan menggerebeknya.

Dari mulut Najmi berkicau bila ia diperintahkan oleh Doni, yang juga anggota DPRD Palembang. Akhirnya komplotan itu digulung BNN. Didapati barang bukti 5 kg sabu dan 21.160 butir pil ekstasi. Mereka akhirnya diadili untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pada 15 April 2021, PN Palembang menjatuhkan pidana pidana mati kepada kelima gembong narkoba itu sebab tidak ada hal yang meringankan. Apalagi Doni saat ditangkap dia masih berstatus anggota aktif DPRD Palembang.

Di mana jabatan itu seharusnya berperan penting dalam memberikan hal positif bagi masyarakat. Namun perbuatan terdakwa yang mengedarkan narkoba justru dapat merusak moral masyarakat termasuk generasi penerus bangsa.
Atas putusan mati itu, kelimanya mengajukan banding. Apa kata PT Palembang?

"Menerima permintaan banding dari terdakwa dan permintaan banding dari Jaksa Penuntut Umum. Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Palembang tanggal 15 April 2021 yang dimintakan banding tersebut," ujar majelis hakim sebagaimana dilansir di websitenya, Selasa (6/7/2021).

Duduk sebagai ketua majelis dengan terdakwa Alamsyah yaitu Kemal Tampubolon dengan anggota Mien Trisnwaty dan Edison Muhamad.

Sedangkan untuk Ahmad Najmi yaitu Mien Trisnawaty selaku keua majelis dengan anggota Naisyah Kadir dan Ahmad Yunus. Adapun terdakw Doni diadili oleh Ahmad Yunus, Naisyah Kadir dan Mien Trisnawaty.
Mulyadi yang mengetahui vonis matinya tetap dikuatkan PT Palembang, langsung mengajukan kasasi.

Putusan berbanding terbalik dengan yang diputusakan oleh PT Bandung. Hakim tinggi Bandung menganulir 6 hukuman mati gembong narkoba padahal dengan barang bukti 402 kg. Keenamnya disunat hukumannya menjadi 18 tahun penjara dan 15 tahun penjara.

Demikian juga dengan Pengadilan Tinggi (PT) Banten yang menganulir hukuman mati dua gembong narkoba 821 kg yaitu WN Pakistan, Bashir dan WN Yaman, Adel. Oleh hakim tinggi, hukuman mati keduanya dianulir menjadi 20 tahun penjara.[]

Rubrik:NASIONAL

Komentar

Loading...