Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata, ada lebih dari 300 rumah yang mengalami kerusakan dengan berbagai tingkatan, akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Malang dan sekitar Jawa Timur pada siang tadi. Data itu terakhir diterima BNPB pada pukul 20.00 WIB. "Data BNPB hari ini, pukul 20.00 WIB, lebih dari 300 rumah rusak dengan tingkatan berbeda, dari ringan hingga berat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan resminya, Sabtu (10/4/2021). "Catatan sementara, 13 unit rumah rusak namun belum ditentukan kategori tingkat kerusakan. Sedangkan sejumlah kerusakan fasilitas umum, antara lain sarana Pendidikan 11 unit, kantor pemerintah 7, sarana ibadah 6, RSUD 1 dan pondok pesantren 1," ungkapnya.

Vaksin Sputnik V dalam Proses Uji Masuk RI

APIlustrasi
A A A

JAKARTA - Vaksin Sputnik V, yang berasal dari Rusia, dikabarkan akan segera masuk ke Indonesia. Satgas COVID-19 mengatakan saat ini vaksin Sputnik masih dalam proses pengujian.

"Untuk Sputnik masih dalam proses kok, sama dengan vaksin-vaksin lainnya. Dalam proses pengujian dan pengkajian," ujar juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, dr Reisa Broto Asmoro, saat dihubungi, Rabu (3/3/2021).

Meski begitu, Reisa mengatakan belum ada rencana vaksin Sputnik V masuk dalam waktu dekat. "Belum ada rencana masuk dalam waktu dekat," kata Reisa.

Hal senada disampaikan juru bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito. Wiku mengatakan kandidat vaksin ini tengah dalam proses registrasi di Badan Pengawas Obat dan Makanan atau disingkat BPOM.

"Untuk kandidat vaksin masih dalam proses registrasi oleh BPOM," ujar Wiku saat dihubungi terpisah.

Sementara itu, Direktur PT Putra Cakra Rejeki Sitti Aisyah menyatakan vaksin Sputnik V akan masuk menjadi salah satu vaksin mandiri di Indonesia. Dia mengatakan pihaknya akan segera melakukan pertemuan dengan pemerintah terkait hal itu.

"Sputnik V akan menjadi salah satu vaksin untuk COVID-19 yang akan masuk dalam daftar vaksin mandiri di Indonesia. Berkaitan dengan hal ini, dalam waktu dekat perwakilan Sputnik V dalam hal ini PT Putra Cakra Rejeki di Indonesia akan segera bertemu dengan pemerintah dalam rangka pembahasan rencana tersebut dan akan memfasilitasi semua kepentingan pemerintah Indonesia," kata Sitti Aisyah dalam keterangan tertulis.

Dia juga menyebut pihaknya tengah melakukan koordinasi ke beberapa pihak terkait. Ini dilakukan untuk dapat memenuhi persyaratan Spuntik V masuk ke Indonesia.

"Saat ini tengah melakukan berbagai koordinasi dengan pemerintah melalui instansi terkait termasuk juga KADIN, untuk menentukan partner industri farmasi yang paling memenuhi persyaratan untuk meregistrasikan Sputnik V di Indonesia dengan mematuhi seluruh ketentuan regulasi di Indonesia," tuturnya.

Sumber:Detik.com
Rubrik:KESEHATAN

Komentar

Loading...