Jalan akses menuju Samar Kilang Kecamatan Syiah Utama, Kubupaten Bener Meriah lumpuh total akibat longsor dan pohon tumbang.“Mungkin kejadianya tadi malam, soalnya kemaren sore anggota saya pulang jalannya masih baik-baik saja," ungkapnya. Munurut Mustakim, longsor tersebut menimpa separuh badan jalan dengan panjang mencapai 17 meter, namun pohon-pohon dari atasnya tumbang dan menutup badan jalan sehingga jalan tersebut tidak dapat dilalui untuk saat ini.

Akademisi Dukung Kapolda Aceh

Usut Tuntas Dana Refokusing Di DKP Yang Diduga Memperkaya Diri

Dr Taufik Abdul Rahim
A A A

BANDA ACEH - Akademisi dan pengamat ekonomi dan politik pembangunan Universitas Muhammadiyah (Unmuha) Aceh Dr Taufiq Abdul Rahim menyatakan dirinya sependapat dengan Kaukus Peduli Aceh (KPA) yang secara tegas mendukung Kapolda Aceh untuk membongkar dan mengusut tuntas indikasi penyalahgunaan kewenangan dalam alokasi anggaran refokusing di Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh (DKP).

Dengan telah dimulainya pemanggilan terhadap pihak yang diduga menyalahi kewenangan, ini menunjukkan bahwa responsifnya Kapolda Aceh berkaitan dengan pemanfaatan dana refocusing tersebut.

Apalagi pemanfaatan dana memberantas covid-19 ini sudah diwanti-wanti oleh Presiden RI dan juga Kapolri, bahwa jangan ada yang menyalahgunakan anggaran Covid-19, konon lagi mencari keuntungan memperkaya diri dan kelompok ditengah kesusahan rakyat saat ini.

Sesungguhnya dana refocusing ini kata Taufiq, Kamis (29/10/2020), untuk mengatasi pandemi Covid-19 serta dampak kesehatan yang dialami langsung masyarakat serta dampak ekonomi, sosial, pekerjaan, sektor ril dan lain sebagainya, agar masyarakat merasakan langsung pemerintah hadir ditengah pandemi Covid-19.

Sekaligus juga mengatasi dampak kesulitan hidup saat ini akibat PSBB dan lain-lain.

"Ini sangat pantas untuk diapresiasi dalam rangka mengantisipasi korupsi dana Covid-19 yang sudah diperingatkan secara keras oleh Presiden dan Kapolri," ujarnya.

Oleh karena itu dirinya sangat berharap kepada Kapolda Aceh dapat merealisasikan komitmennya untuk memberantas korupsi di Aceh.

Konon saat ini ujarnya, laporan tentang pemanfaatan dana refocusing Covid-19 sangat simpang siur serta semrawut penggunaannya, juga tidak terkoordinasi dan transparan.

Bila pengusutan segera dilakukan, maka ini dapat menyelamatkan dana refocusing agar tidak digunakan dan dimanfaatkan untuk kepentingan yang tidak berhubungan dengan Covid-19, atau ada usaha untuk mencari-cari kaitannya dengan pandemi Covid-19 agar dananya bisa dimanfaatkan," tuturnya.

"Indikasi korupsi di instansi DKP ini harus segera dibongkar, agar masyarakat Aceh secara luas memiliki trus (kepercayaan) bahwa Kapolda Aceh, kepolisian dan seluruh jajarannya masih bisa dipercaya dalam rangka memberantas korupsi di Aceh," kata dosen Unmuha ini.

Lebih lanjut dikatakan, langkah untuk menuntaskan kasus di DKP itu perlu cepat sambil menunggu kepastian membongkar kasus korupsi lainnya yang merugikan uang negara serta masyarakat.

Sehingga katanya, penegakan hukum dalam upaya membangun kepercayaan masyarakat kepada kepolisian sebagai salah satu lembaga penegak hukum pantas mendapat apresiasi, juga sebagai lembaga hukum yang melindungi, melayani dan mengayomi masyarakat.

Mengaitkan nama Kapolda, untuk menakuti dan tak terpuji

Kalau ada usaha yang mengaitkan serta menyeret- nyeret nama Kapolda, Taufiq menegaskan itu sangat tidak terpuji.

"Itu hanya upaya untuk mengambil keuntungan pribadi dan kelompok dengan membawa- bawa nama Kapolda. Ini kebiasaan buruk untuk membohongi serta menakut-nakuti masyarakat," ungkapnya.

Sikap seperti itu katanya, biar seolah- olah ada "tulang punggung" ataupun orang "berpengaruh" sebagai "tabi'at" yang tidak baik. Juga agar bebas berbuat melanggar hukum dan melakukan korupsi, tetapi secara sadar memanfaatkan uang negara atau rakyat, agar "tidak ditangkap" dan diproses hukum.

"Ini konyol sekali pada era keterbukaan informasi saat ini, karena masyarakat mudah mengakses informasi dan dapat mencari kebenarannya, ini kesalahan yang sudah berlipat ganda melibatkan serta menyeret Kapolda," pungkas Taufiq Abdul Rahim.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...