Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata, ada lebih dari 300 rumah yang mengalami kerusakan dengan berbagai tingkatan, akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Malang dan sekitar Jawa Timur pada siang tadi. Data itu terakhir diterima BNPB pada pukul 20.00 WIB. "Data BNPB hari ini, pukul 20.00 WIB, lebih dari 300 rumah rusak dengan tingkatan berbeda, dari ringan hingga berat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan resminya, Sabtu (10/4/2021). "Catatan sementara, 13 unit rumah rusak namun belum ditentukan kategori tingkat kerusakan. Sedangkan sejumlah kerusakan fasilitas umum, antara lain sarana Pendidikan 11 unit, kantor pemerintah 7, sarana ibadah 6, RSUD 1 dan pondok pesantren 1," ungkapnya.

Pengurus Porlasi Aceh Sambangi Dewan

Usulkan Pengembangan Olahraga Layar di Banda Aceh

FOR ACEHIMAGE.COMKomisi IV DPRK Banda Aceh menerima audiensi Pengurus Porlasi Provinsi Aceh di Ruang Banmus Lt III DPRK Banda Aceh, Kamis (28/01/2021)
A A A

BANDA ACEH – Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh, Tati Meutia Asmara, menerima kunjungan pengurus Perkumpulan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (Porlasi) Aceh dan Dispora Kota Banda Aceh, Kamis (28/1/2021).

Dalam pertemuan itu, mereka membicarakan tentang persiapan menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 yang akan dihelat di Aceh dan usulan pengembangan olahraga layar di Kota Banda Aceh.

Tati Meutia Asmara dalam kesempatan itu mengatakan, Kota Banda Aceh memiliki luas wilayah kemaritiman yang mencukupi dan sesuai untuk dijadikan sebagai tempat olahraga layar, terutama menjelang PON 2024 mendatang dan perlu dipersiapkan mulai sekarang.

Berdasarkan masukan-masukan yang disampaikan oleh Dispora kata Tati, harapannya pada PON mendatang Porlasi bisa menjadi bagian olahraga di Kota Banda Aceh dan mampu mendapatkan penghargaan yang baik dan membanggakan Aceh.

Sementara itu, Sekjend Porlasi Aceh, Fauzi Daud, mengatakan, pihaknya melihat dukungan yang luar biasa dari Komisi IV DPRK Banda Aceh.

Pertimbangan yang perlu dipikirkan bersama terkait olahraga layar di Aceh kata Fauzi, bahwa olahraga tersebut masih belum familier dan termasuk kategori olahraga mahal. Tidak semua daerah mampu membentuk atlet layar karena keterbatasan peralatan.

“Kalau dari alamnya Aceh itu sangat luar biasa, kita punya laut yang cukup hebat, bahkan kita juga punya danau, makanya Aceh Tengah juga kita bentuk pengcabnya, karena olahraga ini hanya membutuhkan air dan angin,” katanya.

Menurut Fauzi, Banda Aceh sangat strategis untuk diterapkan cabang olahraga layar ini. Potensi anginnya terus ada sepanjang tahun yang sangat menunjang untuk aktivitas pertandingan dan event lainnya.

“Harapan ini jika dibawa lebih jauh, Aceh harus mampu menggelar event-event internasional, dan menurut kami laut kita sangat memungkinkan atau sangat potensial melaksanakan event tersebut,” ujar Fauzi.

 

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...