Satu unit rumah berkontruksi kayu di Desa Lampeuneuen Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar dilalap si jago merah, Selasa (1/12/2020) sekira pukul 12:49 WIB. Peristiwa kebakaran ini diduga akibat kompor yang lupa dimatikan, sehingga rumah yang diketahui milii Mawardi (41) dalam kondisi rusak berat.

UPTD Balai Tekkomdik Aceh Latih 420 Guru Secara Virtual

ISTIMEWAKepala UPTD Balai Tekkomdik, Teuku Fariyal MM
A A A

BANDA ACEH - Pada zama moderen seperti saat ini Teknologi Informasi dan Komunikasi berperan penting bagi pengembangan pendidikan Aceh.

Dari perspektif itu Dinas Pendidikan Aceh melalui UPTD Balai Tekkomdik melatih sebanyak 420 guru secara virtual dalam pemanfaatan TIK pembelajaran di sekolah dan rumah.

Karena itu guru dituntut kompetensi yang mengarah pada peningkatan wawasan dan pengetahuan guru pada bidang pedagogik; yaitu kompetensi yang mengarah pada pengembangan keahlian dalam mengajar melalui penguasaan ilmu seperti; strategi dan evaluasi pembelajaran, inovasi media pembelajaran dan keterampilan lainnya.

Tujuan dari semua itu adalah untuk menyiapkan generasi penerus bangsa yang mumpuni, guru diminta dapat menguasai keterampilan dalam pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai sumber belajar dan mengembangkan pembelajaran. Sehingga siswa mampu memecahkan permasalahan, berpikir kritis, kreatif dan berkomunikasi yang baik dan santun.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs H Rachmat Fitri HD, MPA melalui Kepala UPTD Balai Tekkomdik, Teuku Fariyal MM saat membuka kegiatan road show pemanfaatan multimedia dalam proses belajar mengajar tahun 2020 di 12 kabupaten/kota se Aceh.

Kegiatan dimaksud dilaksanakan secara virtual, di Aula UPTD Balai Tekkomdik Aceh, Jumat (23/10/2020).

“Kini kita sudah memasuki era revolusi 4.0. Dimana TIK sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Walau umumnya berada pada tataran konsumen atau pemakai,” ujarnya.

Teuku Fariyal menyatakan, Pemerintah Aceh dalam hal ini Dinas Pendidikan terus mendorong para guru diberbagai daerah di Aceh untuk terbiasa memanfaatkan TIK dalam pembelajaran.

Apalagi katanya, pada masa pandemi Covid 19 saat ini, penggunaan TIK menjadi sebuah kebutuhan dalam melaksanakan pembelajaran daring maupun luring.

“Kehadiran TIK sangat penting dalam mendukung pendidikan. Guru yang tidak terjangkau, bisa terjangkau lebih luas dengan pemanfaatan TIK yang tepat. Selain itu penguasaan TIK merupakan upaya guru meningkatkan kapasitas dirinya sehingga dapat memotivasi siswa senang belajar”, ungkapnya.

Guru banyak yang belum memanfaatkan

Fariyal menambahkan kondisi guru saat ini masih banyak yang belum dapat memanfaatkan kemajuan multimedia dan ini perlu dicarikan penyebab dan solusinya.

Menyikapi hal demikian, katanya, UPTD Balai Tekkomdik terus melakukan terobosan baru untuk melatih guru dalam memanfaatkan TIK untuk pembelajaran.

“Ini merupakan komitmen Dinas Pendidikan Aceh dalam melaksanakan dan mengembangkan program pemanfaatan multimedia secara sehat, kreatif dan produktif. Semoga dapat menginspirasi guru dalam memanfaatkan multimedia pembelajaran di sekolah dan rumah,” harapnya.

Kedepan, lanjutnya kegiatan road show serupa juga akan dilaksanakan untuk guru di seluruh Aceh. Kemudian, guru tersebut juga akan diberikan tugas untuk melatih sepuluh guru lainnya di sekolah masing- masing.

"Para guru harus didorong untuk mengubah kultur menjadi sadar terhadap pentingnya TIK, yang membuat mereka dapat menemukan sumber belajar yang tidak terbatas," ujarnya.

Namun para guru juga harus menyadari bahwa profesi pendidik itu perlu belajar terus-menerus.

Pemanfaatan multimedia dalam proses belajar

Sementara Ketua panitia kegiatan, Debby Angrainy, MM menjelaskan kegiatan kegiatan road show pemanfaatan multimedia dalam proses belajar mengajar tahun 2020 di 12 kabupaten/kota se Aceh yang dilaksanakan secara virtual ini diikuti oleh guru yang masuk dalam kategori mahir dalam survey yang dilakukan pada Bulan September 2020 lalu.

“Mekanisme kegiatan ini melalui pendekatan andragogi yaitu pendekatan proses yang melibatkan peserta didik dewasa ke dalam suatu struktur pengalaman belajar. Maka narasumber bertindak fasilitator untuk meransang peserta agar mengeksplorasi pengalamannya dan mengimbaskan kepada guru yang belum mahir,” terangnya.

Debby menuturkan kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari yaitu 23 dan 24 Oktober 2020. Adapun peserta kegiatan ini diikuti sebanyak 420 guru dari 12 Kabupaten/Kota yaitu, Lhokseumawe, Sabang, Langsa, Aceh Barat, Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, Aceh Tengah, Aceh Tamiang, Bireun, Pidie Jaya, dan Aceh Tenggara.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...