Direktur Dana dan Jasa Bank Aceh Syariah, Amal Hasan menjadi narasumber peHTem edisi Senin 10 Mei 2021 Episode 37 Tahun ke 2 dengan Tema: Sahuti Kebutuhan Masyarakat, Bank Aceh Luncurkan Kartu Debit yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Uniphore Sukses Dapatkan US$140 Juta Pendanaan Seri D

uniphore
A A A

JAKARTA — Uniphore sebagai pemimpin awal dalam Conversational Service Automation (CSA), mengumumkan telah berhasil mengumpulkan pendanaan seri D sebesar $140 juta, dengan demikian total dana yang diinvestasi di perusahaan menjadi US$210 juta.

Pendanaan terakhir ini dilakukan oleh Sorenson Capital Partners.

Dana yang didapatkan termasuk tambahan dari investor baru dari Eropa dan Timur Tengah, Serena Capital dan Sanabil Investments, dan investor strategis, Cisco Investments.

Dalam memperluas investasi sebelumnya di Uniphore, March Capital Partners, National Grid Partners, Chiratae Ventures, Iron Pillar Fund, dan Sistema Capital juga berpartisipasi dalam penawaran Seri D.

Sampai saat ini, putaran pendanaan baru ini menjadi hal yang paling besar di Uniphore. Pendanaan tersebut akan digunakan untuk memperluas kepemimpinan Uniphore di pasar dan bidang teknologi terutama di AI, otomatisasi, dan pembelajaran mesin di seluruh korporasi. Hal tersebut juga mencakup fokus pada aplikasi-aplikasi berbasis video AI, yang berawal dari pengakuisisian Emotion Research Labs oleh Uniphore di awal tahun ini, serta akuisisi aplikasi-aplikasi di pasar Trust, Security dan RPA.

Hari ini juga diumumkan penunjukkan Rob Rueckert selaku Managing Partner di Sorenson Capital Partners kepada Dewan Direksi Uniphore. Rueckert adalah seorang eksekutif berpengalaman yang berfokus pada teknologi dan memiliki latar belakang yang kuat dalam inovasi dan pertumbuhan produk.

Peluang Besar

Dengan adanya transformasi digital yang semakin cepat terjadi, Uniphore mengumumkan beberapa mitra dan pelanggan strategis tahun lalu.

Kemenangan demi kemenangan ini pada dasarnya memungkinkan solusi-solusi yang ditawarkan Uniphore untuk memberdayakan dan meningkatkan keterlibatan dengan ratusan juta pelanggan menggunakan AI dan perangkat otomatisasi.

Solusi-solusi yang diberikan Uniphore dapat membantu organisasi untuk mengelola dan menganalisis keterlibatan yang terjadi dalam pusat kontak, menyediakan pengalaman pelanggan yang lebih baik, serta pada akhirnya mendorong hasil bisnis yang lebih baik.

“Dengan terjadinya transformasi digital yang cepat di seluruh perusahaan-perusahaan besar, kebutuhan akan solusi-solusi otomatisasi dan cerdas untuk membantu model-model bisnis baru juga semakin besar kebutuhannya. Kami telah mengamati hal ini dari beberapa tahun lalu dan kami telah memberikan inovasi ke berbagai bidang, seperti pusat kontak, di mana hal ini telah memungkinkan untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih baik," ungkap Umesh Sachdev, selaku CEO dan salah satu pendiri Uniphore.

"Dengan akuisisi RPA dan teknologi video AI yang baru-baru ini kami lakukan, hal ini memungkinkan kami untuk menyediakan layanan otomatisasi percakapan untuk perusahaan-perusahaan modern, yakni menggabungkan percakapan antara AI dan Robotic Process Automation (RPA) di seluruh keterlibatan yang berbasis suara dan video,” tambah Umesh Sachdev.

Beliau menambahkan, “penyuntikan modal dan juga seorang yang baru pada kepemimpinan dewan, akan memicu pertumbuhan kami, menempatkan kami untuk melewati para pesaing, dan membantu bisnis bertransformasi melalui peningkatan pengalaman pelanggan yang drastis.”

Tahun 2020 telah mempercepat keharusan bagi setiap perusahaan untuk melakukan digitalisasi, dan menaruh fokus mereka pada AI dan otomatisasi untuk mendorong transformasi, yang diprediksi oleh para ahli nilainya mencapai lebih dari $500 miliar peluang pasar yang disediakan.

Sebagai bukti dari tren tersebut, data pasar menunjukkan terjadinya peningkatan pada keyakinan organisasi terhadap agen-agen pusat kontak untuk melayani kebutuhan pelanggan dari jarak jauh serta pesanan pembelian barang yang dibuat dari tempat tinggal di saat pandemi.

Uniphore telah memanfaatkan situasi hebat ini selama 12 bulan terakhir, dan perusahaan menduga pendapatan tahunan yang berulang dengan kontrak sebesar US$100 juta di tahun fiskal 2022, berdasarkan ramalan pertumbuhan yang terus-menerus berlebih.

Tahun lalu Uniphore memenangkan kontrak-kontrak yang signifikan, termasuk dari beberapa penyedia telekomunikasi, perusahaan asuransi, dan organisasi-organisasi layanan keuangan terbesar di dunia.

Sebagai tambahan, mereka juga mendapatkan kontrak dari para penyedia pengalaman pelanggan seperti Tech Mahindra, NTT DATA, Sitel, Firstsource, dan WNS.

Kontrak-kontrak tersebut dan lainnya dapat mendukung lebih dari 75.000 agen layanan pelanggan, yang dapat menangani sekitar 160 juta keterlibatan setiap bulannya.

Uniphore juga memperbanyak jumlah karyawan tahun lalu, lebih dari 100 karyawan baru secara global, termasuk mantan PwC Partner, Stéphane Berthier, yang diangkat sebagai Chief Financial Officer.

Perusahaan rencananya akan mempekerjakan lebih dari 300 karyawan pada tahun fiskal depan ini.

Stephane Berthier sebagai CFO Uniphore mengatakan, “pusat kontak fokus untuk menyediakan layanan pelanggan yang sangat baik dan efisiensi dengan menggunakan AI dan otomatisasi. Dengan lebih dari 1,15 juta agen yang dipekerjakan secara global serta peningkatan focus pada dukungan agen dan layanan pelanggan digital, hal ini menunjukkan bahwa peluang di pasar lebih kuat dari sebelumnya."

"Pengumuman pendanaan tambahan hari ini memberi konfirmasi adanya keinginan yang besar di area ini dari para investor, dan mereka akan mendukung pertumbuhan kuat yang kami akan bangun di tahun depan dan seterusnya," lanjut Stephane Berthier.

“Sebagai investor utama dalam perusahaan teknologi transformasional, kami sangat kagum dengan tim Uniphore dan apa yang telah mereka lakukan untuk pelanggan dan pasar," ujar Rob Rueckert selaku Managing Partner di Sorenson Capital.

Dia mengatakan, "kami bersemangat untuk mendukung Uniphore, dan yakin tahun 2021 akan menjadi tahun inovasi dengan kemajuan luar biasa dalam mengubah CX (pengalaman pelanggan) untuk perusahaan."[]

Rubrik:TEKNO

Komentar

Loading...