Teuku Raja Keumangan SH MH, Sekretaris Fraksi Partai Golkar narasumber peHTem edisi Kamis 29 Juli 2021 episode 60 dengan tema: DPRA Diminta Bentuk Pansus Dana Siluman, Kemana Mengalir Dana Apendiks? dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Uni Emirat Arab Resmi Buka Kedutaan di Israel

DetikcomIlustrasi
A A A

Jakarta - Uni Emirat Arab (UEA) membuka kedutaan di Israel pada Rabu (14/7), bertempat di gedung bursa baru di Tel Aviv, dalam langkah normalisasi terbaru di bawah kesepakatan yang ditengahi oleh Washington tahun lalu.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Rabu (14/7/2021), Kedutaan UEA di jantung distrik keuangan Israel itu menyoroti peran sentral kerja sama ekonomi, yang telah dimainkan sejak UEA menjadi negara mayoritas Arab ketiga yang mengakui negara Yahudi tersebut.

Pada seremoni pembukaan yang dihadiri oleh Presiden baru Israel Isaac Herzog, Duta Besar UEA, Mohamed al-Khaja menyebut pembukaan kedutaan sebagai "tonggak penting dalam hubungan yang berkembang antara kedua negara kita".

"UEA dan Israel sama-sama negara yang inovatif, kita dapat memanfaatkan kreativitas ini untuk bekerja menuju masa depan yang lebih sejahtera dan berkelanjutan bagi negara dan kawasan kita," katanya.

Herzog menyerukan "perjanjian bersejarah" dengan UEA untuk "diperluas ke negara-negara lain yang mencari perdamaian dengan Israel."

Israel dan UEA telah menandatangani sejumlah kesepakatan - mulai dari pariwisata, penerbangan hingga layanan keuangan - sejak normalisasi hubungan sebagai bagian dari apa yang disebut Kesepakatan Abraham, yang ditengahi oleh pemerintahan mantan presiden AS Donald Trump.

Seremoni pembukaan Kedutaan UEA pada Rabu (14/7), yang diadakan di lobi gedung bursa dua lantai di bawah kedutaan, terjadi setelah Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid melakukan kunjungan penting ke UEA bulan lalu, membuka kedutaan Israel di Abu Dhabi dan konsulat di Dubai

Publik Palestina marah dengan keputusan UEA untuk membangun hubungan dengan Israel. Sebabnya, hal itu melanggar konsensus Arab selama beberapa dekade bahwa tidak boleh ada normalisasi hubungan tanpa perdamaian yang komprehensif dan abadi antara Israel dan Palestina.

Setelah kesepakatan dengan UEA, Israel juga melakukan normalisasi hubungan dengan Bahrain, Maroko dan Sudan, kesepakatan yang juga memicu protes Palestina.[]

Sumber:Detikcom
Rubrik:DUNIA

Komentar

Loading...