Satu unit mobil Inova nomor polisi BL 1125 GU terperosok ke jurang, di jalan Takengon-Bireuen, tepatnya di Kampung Lut Kucak, Kecamatan Wih Pesan, Kabupaten Bener Meriah, Minggu, 11 April 2021 sekira pukul 16.40 WIB. Mobil naas tersebut dikendarai oleh Abdul Rahman (56), seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tinggal di Kampung Blang Kucak. "Sebelum kejadian, mobil tersebut melaju dari arah Bireuen hendak menuju arah Takengon. Sesampainya di Kampung Lut Kucak, mobil tersebut hendak mendahului sepmor yang berada di depannya pada saat keadaan jalan menikung," kata Kasat Lantas Polres Bener Merian, Iptu Ayub.

Lewat Papan Bunga

Ucapan Terima Kasih Pembubaran FPI Terpajang di Simpang Lima

AK JAILANIPapan bunga terpajang di Simpang Lima Kota Banda Aceh
A A A

BANDA ACEH - Pemerintah Republik Indonesia secara resmi telah membubarkan dan melarang semua kegiatan Front Pembela Islam (FPI).

Namun setelah itu dilakukan oleh Pemerintah, terdapat beberapa papan bunga berisi ucapan terima kasih atas pembubaran FPI terpajang di Simpang Lima Kota Banda Aceh, Jumat (1/1/2021).

"Kami mendukung pembubaran FPI," dibawahnya tertulis dari kelompok Pemuda Islam Aceh.

BACA JUGA:Panglima Laskar Turunkan Bendera di Markas FPI Bener Meriah

Lain halnya yang ditulis dari Pemuda Aceh Nusantara. Pada papan bunga tersebut tertulis mengucapkan terima kasih atas ketegasan Kemenkopolhulkam, kapolri, Panglima TNI, kemenkoinfo, BNPT, Kejaksaan Agung untuk membubarkan FPI.

Papan bunga terpajang di Simpang Lima Kota Banda Aceh

Begitu juga dengan ucapan terima kasih pada papan bungan lainnya. Dimana dari ucapan tersebut mareka berterima kasih kepada Pemerintah yang telah membuabrkan FPI.

Hingga saat ini, acehimage.com belum memperoleh informasi lebih lanjut terkait pemasangan papan bunga tersebut, begitu juga dengan ketua lembaga dan kelompok tersebut guna melakukan konfirmasi.

Namun diketahui, pemerintah telah membubarkan dan menetapkan FPI sebagai organisasi terlarang. Pembubaran FPI tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) yang ditandatangani enam menteri dan pimpinan lembaga.

SKB itu ditandatangani Menteri Dalam Negeri, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Komunikasi dan Informatika, Kapolri, Jaksa Agung, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...