Bantuan Jaring ikan bersumber APBK tahun anggaran 2020 senilai Rp 1,4 Miliar yang diserahkan untuk kelompok nelayan kakap putih Kecamatan Seuneddon Kabupaten Aceh Utara diduga bermasalah. Mencuatnya aroma bermasalah bantuan jaring ikan untuk para nelayan tersebut, berdasarkan informasi yang diterima media ini dari kalangan masyarakat. “Bantuan jaring ini sudah diserahkan kepada nelayan sebanyak 144 orang dari jumlah usulan 166 orang, karena dipangkas anggaran faktor pandemi, maka yang mendapat bantuan 144 orang. Berupa bantuan lima lembar jaring, 30 kg timah pemberat dan pelampung jaring,” jelasnya Kamis (21/01/2021).

Ganggu Pengendara

Tumpukan Sampah Berserakan di Dewantara

SAID AQIL AL MUNAWARTumpukan sampah
A A A

LHOKSEUMAWE -  Tumpukan plastik dan benda bekas pakai alias sampah menghiasi pemandangan kumuh di sepanjang jalan Banda Aceh -Medan, tepat di jembatan samping perusahaan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Krueng Geukuh Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara.

Tumpukan sampah dipinggiran jalan lintas provinsi tersebut diperkirakan sepanjang sekitar 50 Meter, bahkan terlihat tumpukan itu sudah lama tersusun hingga berminggu minggu tidak diangkut oleh petugas terkesan seperti adanya pembiaran.

Amatan acehimage.com saat melintas dilokasi pembuangan sampah tersebut mengeluarkan aroma bau yang sangat menyengat hingga mengakibatkan terganggunya para pengguna jalan yang melintas, apalagi disaat hujan di lokasi sekitar jalan tersebut mengeluarkan aroma begitu dasyat.

Menurut Informasi salah seorang para pedagang warung yang berjarak beberapa meter dengan lokasi tempat sampah tersebut. Ia menyebutkan, sampah ini dibuang bukan hanya warga sekitar saja. Namun sampah ini juga ada dari warga Blang Thuphat.

"Maka bila petugas dalam seminggu saja tidak mengangkut sampah, tumpukan ini akan semakin bertambah,"ujarnya.

Sementara Camat Dewantara Nawafil saat di konfirmasi mengatakan, pihaknya pada tahun ini akan melakukan pemindahan lokasi tempat pembuangan sampah ini, dan tempat tersebut akan dibangun taman pada tahun anggaran 2021.

"Kita akan pindahkan lokasi tersebut, dan akan dibangun taman atau sejenis tugu. Sedangkan untuk tempat pembuangan sampah ini akan kita sediakan khusus untuk masyarakat dewantara,"katanya.

Pemerintah rencana akan memindahkan lokasi pembuangan sampah ke daerah belakang komplek asean khusus untuk masyarakat Dewantara.

"Karena selama ini tempat itu bukan saja masyarakat Dewantara yang buang sampah disitu, kebanyakan dari masyarakat luar kawasan. Ada Blang Naleng Mameh dan Blang Thupat,"sebutnya.

Karena selama ini warga yang membuang sampah kesitu, kata camat, saat masyarakat pergi belanja pagi kepasar."Maka untuk itu, meskipun setiap hari diangkut oleh petugas, dalam sehari sampah kembali cepat menumpuk,"ujarnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...