Zikrayanti, MLIS, PhD (Cand) menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 23 September 2021 episode 10 Tahun ke II dengan tema: Terkait Vaksin Siswa, Wali Murid Minta Gubernur Pecat Kadisdik Aceh, yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Gelar Silaturahmi

Tujuh Puluhan Banta Kampung Se-Aceh Tengah Tolak Qanun Kampung

IstimewaPuluhan Banta di Aceh Tengah gelar silaturahmi
A A A

TAKENGON – Wacana Pemerinta daerah  Kabupaten Aceh Tengah menerbitkan Qanun Kampung terkait Seketaris Desa di ganti dengan PNS terus menuai penolakan, baik dari kalangan  Reje Kampung  maupun dari Banta (Seketaris ) Kampung di wilayah Aceh Tengah.

Pasalnya, qanun yang digodok pihak Legislatif Aceh Tengah dinilai ada upaya pelemahan beberapa wewenang adat yang dimiliki  oleh para Reje dalam menjalankan pemerintahan Kampung. Hal itu menurut Reje Kampung Paya Tumpi Baru beberapa waktu yang lalu kepada pihak media.

Alasan lainya menolak qanun tersebut ialah, ada perubahan nomenklatur bahasa atau istilah tertentu didalam qanun yang diangap tidak perlu dirubah. Dan menyangkut Banta akan diganti dengan PNS, Idrus Saputra menyebut itu sebuah kemunduran.

Selama ini, keberadaan Banta sangat membantu perkembangan disetiap desa masing-,masing. Justru itu jika Banta itu digantikan dari kalangan PNS dikawatirkan antara Geucik dan Banta dari kalangan PNS nantinya tidak sejalan.

“JIka qanun itu disahkan DPRK Aceh Tengah, kami khawatir porgam yang ada didesa nantinya tidak berjalan sebagaimana mestinya sebab antar Geucik dan Seketaris yang PNS tidak berkesinambungan menjalan program maupun kegiatan lainnya dalam roda pemerintahan Kampung.”Ujara Arsani Forum Banta terpilih

Hal itu disampaikannya, dalam acara silaturahmi seluruh Banta atau Seketararis Kampung se-Aceh Tengah yang digelar di Kampung Kala Segi, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah dihariri sebanyak 78 Banta Kmapung, Minggu, 22 Agustus 2021

Selain dihadiri para Banta, kegiatan itu juga turut dihadiri Camat Bintang, beberapa Reje Kampung di wilyah Danau Lut Tawar tersebut.

Tujuan dari silaturahmi itu sendiri, mendorong forum Banta se-Aceh Tengah menolak perubahan qanun yang akan ditetapkan oleh pihak Legislatif Aceh Tengah terkait pergantian Banta Kampung dari Kalangan PNS.

Sementara itu, Camat Bintang, Erfan Julianto  saat dikonfirmasi via seluler mengatakan, selama ini, keberadaan Banta Kampung sangat membatu perkembangan administrasi Desa.

“Pada dasarnya, Banta itu merupakan garda terdepan membantu administarasi pemerintahan di desa masing-masing. Jadi kita mendukung terbentuknya forum Banta itu,”ungkap Erfan

Menurut Erfan, karena keberadaan forum Banta itu sangat positif juga diharapkan dapat menjadi media pemberi informasi tentu kita sangat mendukung terbentuknya forum Banta se-Aceh Tengah. Pungkasnya

Sementara itu, Reje Kampung Kala Segi, Sapuandi menuturkan, terbentuknya forum Banta se-Aceh Tengah tentu sangat membantu peran umumnya Reje Kampung baik mesalah administrasi maupun civitas Kampung.

“Forum ini sangat membantu perkembangan dan pemilihan Ketua Banta Se-Aceh Tengah yang telah menetapkan Arsani yang berasal dari Kampung Bukit Sama, Kecamatan Kebayakan sebagai Ketua Forum Banta secara formatur.”jelas Sapuandi []

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...