Zikrayanti, MLIS, PhD (Cand) menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 23 September 2021 episode 10 Tahun ke II dengan tema: Terkait Vaksin Siswa, Wali Murid Minta Gubernur Pecat Kadisdik Aceh, yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Usai Taliban Duduki Afghanistan

Trump Serukan Joe Biden Mundur

FOTO | REUTERSPresiden Amerika Serikat Donaldt Trump.
A A A

Jakarta - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerukan agar Presiden Joe Biden mundur dari jabatannya. Seruan itu muncul usai Taliban berhasil mengambil alih Afghanistan saat pasukan AS menarik diri setelah 20 tahun.

"Sudah waktunya bagi Joe Biden untuk mengundurkan diri dalam aib atas apa yang dia biarkan terjadi di Afghanistan," kata Trump dalam sebuah pernyataan seperti dilansir AFP, Senin (16/8/2021).

Taliban telah merebut kembali Afghanistan setelah 20 tahun mereka digulingkan oleh invasi AS. Taliban menguasai Kabul pada hari Minggu waktu setempat setelah 10 hari penyerangan.

Taliban menguasai Afghanistan dua minggu sebelum 31 Agustus, di mana batas waktu yang ditetapkan oleh Biden untuk menyelesaikan penarikan pasukan Amerika dari Afghanistan.

Di bawah pimpinan Trump, pada 2020 lalu AS menengahi kesepakatan dengan Taliban di Doha. Dalam kesepakatan itu AS akan menarik semua pasukannya pada Mei 2021, dengan imbalan berbagai jaminan keamanan dari para militan.

Ketika Biden mengambil alih kekuasaan awal tahun ini, dia mendorong mundur batas waktu penarikan dan tidak menetapkan persyaratan.

Trump telah berulang kali mengecam keputusan Biden itu. Trump mengatakan akan menjadi "penarikan diri yang jauh berbeda dan jauh lebih sukses" jika dia masih menjadi presiden.

"Apa yang telah dilakukan Joe Biden dengan Afghanistan sangat legendaris. Ini akan menjadi salah satu kekalahan terbesar dalam sejarah Amerika!" katanya dalam pernyataan lain.

Pemerintahan Biden dengan cepat menunjukkan bahwa Trump merundingkan kesepakatan Doha tentang penarikan. Dia juga menunjukkan bahwa mayoritas publik AS mendukung mengakhiri "perang selamanya." Biden telah menghadapi kritik panas di dalam negeri bahwa penarikan itu salah urus.

Tiga sumber senior Taliban sebelumnya mengatakan kepada AFP bahwa gerilyawan telah menguasai istana presiden.

"Taliban telah memasuki istana presiden," kata seorang komandan senior Taliban.

"Para mujahidin telah memasuki istana presiden dan telah menguasainya," kata seorang komandan kedua. Dia menambahkan bahwa sebuah pertemuan tentang keamanan di Ibu Kota sedang berlangsung di sana.[]

Sumber:Detikcom
Rubrik:DUNIA

Komentar

Loading...