Sekretaris Pusham Unsyiah, Suraiya Kamaruzzaman, menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 20 Januari 2022 episode ke 44 Tahun ke II dengan tema: Apakah Cambuk Solusi Terakhir Bagi Predator Seksual?, yang dipandu oleh host Siti Aminah Jangan lupa subsribe like share dan comment.

YARA Desak Polda Aceh

Tindak Tegas Oknum Polisi Diduga Aniaya Tahanan hingga Meninggal Dunia

HUMAS YARA ACEHSafaruddin, SH, Ketua YARA
A A A

Kami mendesak Kapolda Aceh menyampaikan terbuka pengusutan kasus ini seperti yang diatasi oleh Kapolri terhadap kematian seorang gadis di kuburan ayahnya, kasus ini juga sudah saya laporkan ke Kapolri dan Komisi III melalui akun Twitter Kapolri dan Nasir Jamil

Safaruddin, SH Ketua YARA Aceh

ACEHIMAGE.COM - Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Safaruddin SH mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Aceh untuk mengusut dan menindak tegas oknum polisi Polres Bener Meriah yang diduga melakukan penganiayaan terhadap tahanan hingga meninggal dunia. “Kami mendesak agar Kapolda Aceh mengusut dan menindak tegas oknum yang terlibat dalam kasus penganiayaan sampai meninggalnya orang yang ditangkap. Apalagi, sudah ada laporan polisi terhadap kasus ini,” kata Safaruddin, kepada mediaaceh.com di Banda Aceh, Minggu (5/12).

Safaruddin menyebutkan, masyarakat mulai resah dan marah terhadap terjadinya peristiwa tersebut, dirinya berharap agar hal tersebut tidak terjadi lagi sehingga masyarakat tidak bertindak main hakim sendiri.

“Masyarakat resah dan marah atas kejadian ini, dan kita tidak ingin rakyat bertindak main hakim sendiri terhadap pelakunya,” sebut Safaruddin.

Selain itu, Safaruddin mengatakan, agar Polda Aceh menyampaikan secara terbuka terhadap pengusutan kasus tersebut seperti yang diatasi oleh Kapolri terhadap kematian seorang mahasiswi di kuburan ayahnya.

“Kami mendesak Kapolda Aceh menyampaikan terbuka pengusutan kasus ini seperti yang diatasi oleh Kapolri terhadap kematian seorang gadis di kuburan ayahnya, kasus ini juga sudah saya laporkan ke Kapolri dan Komisi III melalui akun Twitter Kapolri dan Nasir Jamil,” tuturnya.

Menurut Safaruddin, kasus penganiayaan terhadap tahanan sampai meninggal dunia bukan hanya terjadi kali ini saja, bahkan beberapa bulan lalu pihaknya juga mendapat laporan dari masyarakat di Idi, Aceh Timur. Dimana, ada warga Aceh Timur saat di tangkap di Banda Aceh kondisi sehat, tapi berselang jam kemudian sudah jadi mayat. “Dulu Kasat Narkoba Polres Aceh Timur, Darkasyi juga menganiaya tahanan sampai meninggal, bahkan mayatnya dibuang ke sungai untuk tutupi jejak, tapi kemudian terbukti bahwa tewas dianiaya di Mapolres Aceh Timur, oleh Kapolda Rio Septianda Djambak, Kasat tersebut diproses dan dihukum 8 tahun penjara, tapi apakah dipecat atau tidak saya tidak ikuti lagi,” ucapnya. Safaruddin mengungkapkan, bahwa masyarakat gelisah dan marah atas tindakan arogansi oknum di kepolisian, dan tindakannya seakan-akan mendapatkan legitimasi dari instansi dengan tidak di tidaknya mereka.

“Saya sendiri sebenarnya marah dengan tindakan oknum yang jahat, karena tindakan mereka itu telah membuat rakyat apatis terhadap penegak hukum, juga secara langsung melecehkan anggota polisi lain yang memang melindungi dan mengayomi rakyat, karena tindakan mereka semua polisi dianggap sama, oleh karena itu saya meminta Kapolda memberikan atensi khusus terhadap kasus ini,” tutupnya.[]

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...