Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata, ada lebih dari 300 rumah yang mengalami kerusakan dengan berbagai tingkatan, akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Malang dan sekitar Jawa Timur pada siang tadi. Data itu terakhir diterima BNPB pada pukul 20.00 WIB. "Data BNPB hari ini, pukul 20.00 WIB, lebih dari 300 rumah rusak dengan tingkatan berbeda, dari ringan hingga berat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan resminya, Sabtu (10/4/2021). "Catatan sementara, 13 unit rumah rusak namun belum ditentukan kategori tingkat kerusakan. Sedangkan sejumlah kerusakan fasilitas umum, antara lain sarana Pendidikan 11 unit, kantor pemerintah 7, sarana ibadah 6, RSUD 1 dan pondok pesantren 1," ungkapnya.

Tim Gabungan Kembali Giring Gajah Liar di Pintu Rime Gayo

HUMAS POLRES BENER MERIAHTim gabungan yang terdiri BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam), CRU, dan Tim Delapan kembali mengiring satu ekor gajah liar dari Kampung Negeri Antara Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah.
A A A

BENER MERIAH - Tim gabungan yang terdiri BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam), CRU, dan Tim Delapan kembali mengiring satu ekor gajah liar dari Kampung Negeri Antara Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah.

Kapolres Bener Meriah AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK melalui Kapolsek Pintu Rime Gayo Ipda Dasril saat konfirmasi, Kamis (11/3/2021) menyampaikan, hari ini tim kembali melaukan pengiringan satu ekor gajah liar dari Kampung Negeri Anatara ke Sayeung Kecamatan Pintu Rime Gayo.

"Saat ini tim sedang melakukan pengiringan, dan kemarin satu ekor gajah liar berhasil digiring dan di lepas di CRU Peusangan,"kata Ipda Dasril melalui selulernya.

Ia, menambahkan, dalam pengiringan tersebut sebanyak tiga ekor gajah jinak diterjunkan.

Menurut Kapolsek Pintu Rime Gayo itu, hari ini adalah merupakan hari kelima pengiringan gajah liar di Kecamatan Pintu Rime Gayo.

Untuk pengiringan hari ini, lanjut Ipda Dasril, dilakukan dari persimpangan Jalung Kampung Negeri Anatara sampai ke Sayeung.

"Dalam proses pengiringan jumlah personel tergantung akses yang dilewati, kalau arealnya banyak masa maka persenel juga harus banyak namun kalau pengiringan melintasi tidak banyak massa maka cukup tim saja,"ungkap Dasril.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...