Koordinator Masyarakat Pengawal Otsus (MPO) Aceh, Syakya Meirizal, menjadi narasumber peHTem edisi Senin 20 September 2021 episode 9 Tahun ke II dengan tema: Aset Ratusan Milyar Terbengkalai di Pulo Aceh, Manajemen BPKS Kerja Apa? yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Tidak Terima Keputusan Wasit, AFK Bener Meriah Layangkan Banding

IstimewaTim Futsal Bener Meriah saat terjadi kericuhan
A A A

BENER MERIAH  – Tidak terima dengan keputusan wasit, Asosiasi Futsal Kabupaten (AFK) Bener Meriah melayangkan surat protes (banding) ke pihak Asosisasi Futsal Aceh (AFA) dan kepada panitia disiplin Pra Pora Futsal 2021.

Surat protes tersebut dilayangkan terkait dengan dianulirnya goal ke-7 oleh wasit Zulfikar saat berlangsungnya pertandingan antara tim Futsal Bener Meriah Vs Banda Aceh.

Terkait hal itu, AFK Bener Meriah menuding wasit yang memimpin pertandingan berpihak kepada tuan rumah.

Karena goal ke-7 yang diciptakan oleh anak asuh Raziqin Dalta pada detik 26 sisa waktu pertandingan babak kedua berakhir yang dinyatakan oleh wasit tidak sah sehingga terjadi kericuhan.

Pertandingan Pra Pora Futsa group D itu berlangsung di Venue Futsal Hall Serba Guna SHB Lhong Raya, Banda Aceh, pada 5 September 2021.

“Kita dirugikan dengan dianulirnya goal pada sisa 26 detik terakhir. Sebab, goal yang tercipta itu sah tidak ada pelanggran. Namun, wasit menilai adanya pelangaran ketika goal penentu itu maka kawan-kawan mundur karena menganggap pertandingan tersebut sudah tidak fair.”kata Konadi pengurus AFK Bener Meriah Senin, 6 Sepetermber 2021

Konadi mengharapkan, kepada KONI Aceh untuk mengevaluasi sepenuhnya panitia penyelengara Futsal Pra Pora dan kalau perlu diberi sanksi tegas agar kedepan tidak terulang lagi hal yang sama.

“Terkait persoalan ini, kami telah mengirimkan surat banding ke AFA, serta perangkat-perangkatnya, dan ditembuskan ke Komisi displin Aceh, Federasi Futsal Indonesia (FFI ), sertra KONI Aceh,” ungkap Konadi.

Untuk itu, Konadi memeninta ketegasan pihak AFA supaya menjelaskan apakah tuan rumah itu wajib menang, agar pihaknya kedepan bisa bersiap untuk menjadi tuan rumah.

“Intinya, kalau ini dibiarkan berlarut-larut, kami akan membawa persoalan ini hingga ke FFI bahkan sampai kesidang Olahraga. Untuk itu dirinya meminta pertandingan ulang antara Bener Meriah Vs Banda Aceh di gelar di tempat yang netral oleh panitia Futsal Pra Pora,” ujar Konadi.

Sementara itu Humas AFK Bener Meriah, Eri Tanara mengungkapkan, ketika berlangsungnya pertandingan, penonton dilarang merekam video dengan alasan COVID-19 oleh panitia.

"Artinya, mereka menyampaikan pertandingan ini tidak harus diketahui oleh pihak luar atau gugus tugas COVID-19," katanya.

Bahkan Wasit Zulfikar yang pada saat itu memimpin jalannya pertandingan, fokus melihat adanya penonton yang merekam pertandingan.

"Wasit itu berteriak kepada panita bahwa penonton ada yang merekam, sehingga kami ditegur. Anehnya, ketika kami mengajukan banding, salah satu perwakilan Asosiasi Futsal Aceh (AFA) meminta bukti rekaman video jalannya pertandingan, ini kan aneh, sementara kami tidak diizinkan merekam video," sebut Eri

Perlu difahami, lanjut Eri, tim Futsal Bener Meriah tidak mengundurkan diri, hanya saja menghindari kerusuhan yang terjadi di arena lapangan.

"Kalau memang kami dianggap Walk Out (WO), seharusnya pihak panita mengkonfirmasi terlebih dahulu kepada kami, ini tiba - tiba kami dianggap mengundurkan diri dari pertanidngan, " imbuh Eri.

Selain itu, pihak AFK Bener Meriah sedang menunggu klarifikasi dari AFA terkait kericuhan yang terjadi.

"Sampai detik ini kami tidak dapat mengkonfirmasi ke AFA, bahkan ketua AFK Bener Meriah Herman Ramli sudah beberapa kali menghubungi perwakilan AFA yakni Khairi, tetapi tidak ada respon, padahal kami sudah dijanjikan mengadakan pertemuan dengan mereka, " terang Eri

Ada tiga poin yang kita layangkan dalam banding tersebut, yakni meminta bukti pelanggaran yang disampaikan wasit Zulfikar hingga menyebabkan kerugian terhadap Bener Meriah dan telah menganulir goal yang diciptakan Bener Meriah.

"Seharusnya Bener Meriah unggul 7-6 melawan Banda Aceh selaku tuan rumah, namun dianulir oleh wasit adanya pelanggaran untuk tim Bener Meriah, padahal itu pelanggaran yang munguntungkan atau Adventit Foul,” ungkapnya.

Pada point kedua, pihaknya meminta AFA untuk menyelidiki dan memberi sangsi tegas kepada wasit Zulfikar asal kota Lhokseumawe karena kepemimpinannya tidak sesuai dengan aturan permainan Law of the game, demikian Humas AFK Bener Meriah, Eri Tanara. []

Komentar

Loading...