Aliansi Mahasiswa Aceh (AMA) kembali medesak Plt Gubernur untuk mempublikasikan penggunaan anggaran hasil refocusing maupun BTT dalam APBA 2020. AMA mengaku tidak berhenti menyuarakan hal tersebut sebelum tuntuntan mareka terpenuhi. Aliansi Mahasiswa Aceh memandang ada hal urgensi saat ini yang harus diprioritaskan oleh Pemerintah Aceh selama masa Pandemi COVID -19, seperti sektor kesehatan, pendidikan maupun sektor ekonomi.

Tidak Semua Warga Aceh Setuju Pembangunan Jalan Tol Sibanceh

Biro Pers Sekretariat PresidenPresiden Joko Widodo (Jokowi) saat meresmikan Jalan Tol Ruas Sigli-Banda Aceh Seksi 4 Indrapuri – Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Selasa (25/8).
A A A

BANDA ACEH - Pembangunan proyek infrastruktur sedang gencar dilakukan pemerintah saat ini. Salah satunya adalah proyek pembangunan jalan tol.

Pembangunan jalan tol diharapkan berdampak terhadap perekonomian masyarakat.

Sebagai sarana konektivitas antar daerah, jalan tol diharapkan menjadi jalur penghubung serta jalur distribusi logistik barang dan jasa dari daerah pinggiran/perdesaan ke perkotaan atau sebaliknya.

Seperti halnya di Aceh, hari ini di Aceh Besar, Selasa (25/8/2020), Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah meresmikan penggunaan jalan tol Sigli - Banda Aceh (Sibanceh).

Namun ada kalangan yang senang, tapi tak sedikit yang mepertanyakan untuk siapa jalan tol jalan tersebut dibangun, dan siapa yang akan memanfaatkannya ?

Pertanyaan itu dilontarkan sejumlah warga Banda Aceh dan Aceh Besar. Pasalnya sejak awal banyak mendapat dan alasan penolakan dari masyarakat terhadap rencana pembangunan jalan bebas hambatan tersebut.

Seperti disebutkan oleh beberapa warga menilai bahwa pembangunan jalan tol tersebut kurang bermanfaat bagi masyarakat.

Penolakan masyarakat bukan tanpa alasan, semua didasari banyaknya lahan produktif,Apalagi rute yang dibangun membuat warga khawatir dan menimbulkan banyak kerugian terutama lahan produktif, dan warga yang membuka tempat usaha di lokasi yang dilalui jalan tol

Selain itu juga berdampak pada bangunan hingga fasilitas umum terkena dampak pembangunan jalan bebas hambatan ini.

Seorang warga Banda Aceh, Mahmud M mengatakan, jalan tol yang diresmikan Jokowi saat ini tidak menguntungkan bagi perekonomian masyarakat Aceh.

"Kenapa harus jalan tol, bukan jalan nasional saja yang sudah ada di perlebar dan dibangun dengan baik. Kalau jalan tol yang dibangun, itu hanya bermanfaat bagi orang tertentu, orang berduit saja ," ujarnya.

Bagi dia, kalau alasan untuk memperlancar transportasi dari Sigli menuju Banda Aceh atau sebaliknya, kan bisa dilakukan tanpa harus melewati jalan tol," ujarnya

Apabila dibangun jalan dasar atau jalan nasional dianggapnya lebih memberi keuntungan bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat di sepanjang jalan nasional tersebut.

"Jika jalan lama, Banda Aceh - Medan yang diperlebar dan di permulus, itu bisa mengungkit ekonomi seperti daerah Indrapuri, Seulimum, dan kawasan saree," ujar Mahmud.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...