Praktisi Pendidikan, Drs. Ramli Rasyid, M.Si, M.Pd kembali menjadi narasumber peHTem edisi Senin, 6 Februari 2023 episode ke 49 Tahun ke 3 dengan tema: Siswa Berprestasi Gagal Sekolah di Mosa, Benarkah Ketua Komite Diduga Kongkalikong dengan Kepala Sekolah Soal Dana Sumbangan? yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Tidak Lolos Administrasi, Sejumlah Calon PPK di Bener Meriah Merasa Kecewa

SamsuddinTanda Terima Dokumen persyaratan calon PPK
A A A

ACEHIMAGE.COM – Sejumlah peserta calon Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) merasa kecewa karena tidak lolos tahap administrasi, padahal menurut mereka berkas persyaratan dinyatakan sudah lengkap oleh petugas yang menerima dokumen di KPU Bener Meriah.

“Kami merasa heran, kenapa kami tidak lolos tahap administrasi padahal dalam tanda terima dokumen persyaratan (Hardcopy) seleksi badan adhoc pemilu 2024 sudah di ceklis petugas di KPU, namun kami setelah pengumuman malah tidak lolos administrasi,”kata Ilyas salah satu calon PPK Kecamatan Permata.

Seharusnya, ketika ada persyaratan kami yang belum lengkap mereka (Petugas KIP ) Bener Meriah tidak menceklis tanda terima sehingga kami mengetahui dimana kekurangannya dan dapat memperbaikinya.

Bahkan, lanjut Ilyas, pada tanggal 23 November 2022 verifikasi email Siakba KPU dalam pemberitahuan ke email pribadi saya menyatakan pendaftaran saya sudah diterima.

“Berkas anda sudah diperiksa dan dinyatakan sudah lengkap, selanjutnya silahkan menunggu hasil verifikasi admin,”ujar Ilyas menerangkan terkait email masuk dari Siakba KPU.

Namun, pada tanggal 25 November 2022 sejumlah peserta menerima pemberitahuan perbaikan berkas karena dalam surat pernyataan yang di upload harus berisi 11 butir pernyataan dan harus ditandatangani dengan materai 10 ribu rupiah.

Akan tetapi, pemberitahuan tersebut tidak ada masuk ke email saya. Memang saya mengakui dalam surat pernyataan itu saya hanya memasukan 6 butir saja. Seharusnya karena masih ada persyaratan yang kurang pihak KIP memberitahukannya kepada kami. Jelas Ilyas.

“Saya sudah mengkonfirmasi kepada staf KIP Bener Meriah namun mereka beralasan seluruh komisioner sedang diluar daerah bersama  Kepala Sekretariat KIP Bener Meriah,” imbuh Ilyas.

Kami berharap KIP Bener Meriah ada solusi terkait hal ini, sehingga kami juga bisa mengikuti seleksi tes Computer Assisted Test (CAT) yang diselenggarakan pada 6 dan 7 Desember 2022 nanti. Harap Ilyas.

Sementara itu, Komisioner KIP Bener Meriah  bidang divisi Parmas dan SDM, Juhprianda saat dikonfirmasi menerangkan, perekrutan calon PPK dilakukan melalui aplikasi Sistem informasi anggota KPU dan badan ad hoc (SIAKBA) semua persyaratan di upload peserta ke dalam aplikasi tersebut.

KIP Bener Meriah dalam hal ini tugasnya memeriksa berkas sesuai judulnya saja, maka mereka menceklis yang sudah ada. “Artinya petugas memeriksa isi apa bila  nama salah, atau NIK salah maka langsung dilakukan perbaikan diinformasikan langsung kepada yang bersangkutan,”tutur Juhprianda.

Menurut Juhprianda, berkas yang diupload peserta ke dalam aplikasi itu bukan wewenang petugas KIP yang memeriksanya sebab aplikasi itu bukan KIP yang membuat tetapi langsung oleh KPU pusat.

Kemungkinan, dalam memasukan berkas ke dalam aplikasi tersebut calon peserta tersebut tidak memasukan seluruh lembaran yang dimaksud jadi ketika sudah diperiksa baru fisik yang masukan ke KIP disitu baru ditemukan ada kekurangannya.

“Jadi, aplikasi itu bukan ranahnya komisioner maupun staf KIP Bener Meriah, kecuali data yang tidak sesuai atau perbaikan itu bisa kita perbaiki, namun menyakut dengan aplikasi itu sudah menjadi wewenangnya KPU pusat,”terang Juhprianda.

Sementara itu Kasubag KIP Bener meriah, Rudianto menerangkan, pada tanggal 20-29 November 2022 pendaftaran PPK melalui Siakba. Dari reng 20-29 tersebut kita hanya mengecek 7 item persyaratan peserta seperti surat pernyataan, KTP, pas foto dan lain-lainnya ada yang nggak di upload yang kita cek di Siakba.

Kemudian, setelah tanggal 29 ada tahapan verifikasi administrasi, itu tidak melalui Siakba lagi tetapi melalui manual artinya pendaftaran PPK sudah tutup. “Disitu petugas mengecek ada nggak semua persyaratan yang di Uplod tetapi kita tidak melihat isinya,”ujar Rudi.

Jadi, dalam Siakba dinyatakan lengkap kalau semua dokumen sudah di upload. Setelah itu dilakukan penelitian berkas sejak 29 November sampai dengan 1 Desember 2022, nah disana baru kita lihat fisiknya mana yang kurang.

“Secara aplikasi sudah ada semua namun belum kita cek apa saja yang di upload pada tahap penelitian administrasi baru kita lihat. Ternyata beberapa calon di dokumen persyaratan surat pernyataan tidak lengkap atau tidak sesuai dengan format yang ada di Siakba,” ungkap Rudi.

Kemudian, terkait dengan pemberitahuan kepada email masing-masing calon peserta itu ranahnya KPU pusat sebagai pemegang admin aplikasi Siakba. Pungkas Rudi. []

Komentar

Loading...