Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Aceh, Nasir Nurdin, menjadi narasumber peHTem edisi Senin 6 Desember 2021 episode 31 Tahun ke II dengan tema: Setelah Berhasil Direbut, Mau dibawa Kemana PWI Aceh?, yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Terkait Radio Rimba Raya Ini Kata Wali Naggeroe

IMG-20211018-WA0048
A A A

BENER MERIAH - Wali Nanggroe Malik Mahmud Alhaytar menyatakan pernah mendengar siaran Radio Rimba Raya ketika ia tinggal di Singapura.

Hal tersebut dikatakan Wali Nanggroe ketika mengunjungi Tugu Radio Rimba Raya di kabupaten Bener Meriah. Senin, 18Okyober 2021

"Pada saat itu (tahun 1948) sekitar jam 5 sore saya mendengar siaran Radio Rimba Raya, isi dari siaran itu adalah membakar semangat pejuang Indonesia agar terus berjuang meskipun minim persenjataan,"sebut Malik Mahmud.

Malik mengatakan klaim Belanda bahwa Indonesia sudah tidak ada lagi dibantah oleh Radio Rimba Raya.

"Indonesia Still Exist, demikian siaran Radio Rimba Raya"ujar Malik Mahmud.

Malik Mahmud menambahkan, berdasarkan informasi dari Radio Rimba Raya, akhirnya Perserikatan Bangsa-Bangsa mengirimkan delegasi ke Aceh yang berasal dari Amerika, Turki dan Australia.

"Waktu itu ketika mereka (delegasi)  mendarat di Blang Bintang, disambut oleh tentara Aceh,  mereka melihat ada bendera Indonesia berkibar,  demikian pula ketika di Blang Padang mereka melihat ada deville militer, sehingga mereka menyatakan Indonesia masih eksis, masih berdaulat"jelas Malik.

Dilanjutkan Malik Mahmud,  pada saat itu banyak petinggi-petinggi Indonesia lari dan bersembunyi ke Aceh.

"Jadi begitulah peran Aceh pada saat itu,  ketika keadaan Indonesia betul-betul genting" kata Malik Mahmud.

"Inilah tempatnya, (Radio Rimba Raya), dan saya benar-benar merasa bahagia dan beruntung karena saya mendengar siarannya pada saat itu, hari ini, sore ini saya bertemu dengan saudara-saudara di tempat bersejarah ini"ungkapnya.

Ketika ditanya soal legitimasi perjuangan Radio Rimba Raya Malik Mahmud menyarankan usulan dari dari Pemkab Bener Meriah dan dibantu oleh pemerintah propinsi Aceh langsung disampaikan ke presiden republik Indonesia.

Mengenai sarana pengembangan kawasan tugu Radio Rimba Raya, Malik Mahmud mendorong Pemkab Bener Meriah mengajukan proposal pengembangan ke pemerintah propinsi Aceh.

"Pokoknya begini,  buatkan proposal ke pemerintah Aceh,  tembuskan kepada saya, saya nanti akan juga mendorong untuk ditindak lanjuti"tandas Malik Mahmud.

Pada kunjungan tersebut,  rombongan Wali Nanggroe Malik Mahmud Alhaytar didampingi oleh Azwardi AP, M.Si Kepala Sekretariat Wali Nanggroe, Kadis Pariwisata kabupaten Bener Meriah Irmansyah, S. STP,  MSP dan Reje Kampung Rime Raya,  Mukhlis serta perwakilan Mukim kabupaten Bener Meriah.

Rubrik:ACEHRILIS

Komentar

Loading...