Zikrayanti, MLIS, PhD (Cand) menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 23 September 2021 episode 10 Tahun ke II dengan tema: Terkait Vaksin Siswa, Wali Murid Minta Gubernur Pecat Kadisdik Aceh, yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Terkendala Anggran Delapan Terdakwa Maisir  di Bener Meriah Tak Kunjung di Cambuk

SAMSUDDINKepala Kejarai Bener Meriah, Agus Suroto, SH, MH
A A A

BENER MERIAH – Sebanyak  delapan terdakwa kasus maisir (Judi) di Kabupaten Bener Meriah telah menjalani masa penahan dan juga telah divonis hukuman cambuk. Namun, hingga saat ini meraka belum juga dieksekusi cambuk oleh Kejaksaan negeri Bener Meriah.

“Anak kami sudah habis masa penahanannya, dan juga telah di vonis hukuman cambuk namun sampai sekarang mereka belum dicambuk. “kata selah seorang orang tua terdakwa kepada awak media, Kamis, 26 Agustus 2021

Untuk itu,  hari ini kami  mendatangi Kantor Mahkamah Syar'iyah untuk mempertanyakan kenapa belum dilakukan eksekusi cambuk.

“Kami tanyakan kepada Kejaksaan disiruhnya kami menanyakan kepada Mahkamah Syar'iyah namun belum juga ada jawaban yang pasti.”ujarnya

Para kelurga terdakwa tersebut, meminta  para terdakwa ditanguhkan penahananya oleh Kejari Bener Meriah hingga nanti eksekusi cambuk di laksanakan, sebab masa penahanan mereka sedah berakhir ada yang sudah sepekan dan bahkan ada yang dua pekan sudah habis masa penahanannya.

Sementara itu Kepala Kejari Bener Meriah, Agus Suroto  melalui kasi Pidum Dizki Liando mengatakan, pekara tersebut sudah diputus oleh Mahkamah Syar'iyah tinggal menunggu eksekusi dari kita selaku eksekutor. Namun, masih terkendala teknis sehingga belum dilaksanakan

“Ia itu kami masih memperpanjang masa penahananya untuk kemudian dilakukan eksekusi cambuk hingga tanggal 20 September 2021,”ungkap Dizki

Menurutnya, belum dilakukanya eksekusi cambuk oleh pihaknya karena terkendala angran, yang terus kita upayakan untuk pelaksanaan. “kalau dulu-dulu anggranya ada di Dinas Syariat Islam, kalau sekarang infonya sudah beralih ke Satpol PP dan WH yang sedang diajukan.

“Karena terkendala teknis itu berdasarkan hal tersebut undang-undang memberikan kesempatan kepada pelaksana eksekutor untuk memperpanjang selama 30 hari. Jelasnya

Menurut Agus Suroto, memang saat ini masih ada kendala teknis, namun kami akan tetap melaksanakan eksekusi cambuk sebelum tanggal itu habis.

Saat ditanya apakah nanti aka ada pengurangan hukuman cambuk terhadap para tersangak karena adanya penambahan waktu penahanan, Agus menegaskan untuk pengurangan hukuman cambuk dalam satu bulan penahanan dikurangi satu cambukan. Terangnya []

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...