Sekretaris Pusham Unsyiah, Suraiya Kamaruzzaman, menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 20 Januari 2022 episode ke 44 Tahun ke II dengan tema: Apakah Cambuk Solusi Terakhir Bagi Predator Seksual?, yang dipandu oleh host Siti Aminah Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Sunardi

Terdakwa Kasus Jual Emas Tak Sesuai Kadar Ungkap JPU Sempat Memerasnya

IMG-20211208-WA0047
A A A

BANDA ACEH - Sunardi alias Apun terdakwa kasus jual emas tak sesuai kadar sebut dirinya pernah diperas oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) RD, sebelum ia memakai kuasa hukum Razwan Arif Nasution sebagai pengacaranya.

Diakui Sunardi dihadapan Majelis Hakim, ia mengaku dimintai oleh JPU RD sebesar Rp110 juta.

Hal itu diungkapkannya pada sidang lanjutan pemeriksaan kasus jual emas tak sesuai kadar di Pengadilan Negeri kota Banda Aceh, Selasa, 7 Desember 2021.

"Uang duluan saya berikan pada RD sebesar Rp110 Juta sehari sebelum sidang dalam bentuk tunai, tapi melalui suruhannya bernama GF langsung ke toko ngambil uangnya," terang Terdakwa memberi jawaban kepada Hakim.

Sunardi lebih lanjut mengatakan, dirinya juga sempat melakukan pertemuan pertama di Emperial Chiken nama sebuah restoran di Banda Aceh bersama terdakwa lainnya yaitu M Husen Bin Hasyim.

"Nah, waktu itu Husen juga kasih uang untuk RD Rp20 juta, karena Husen gak cukup uang kalau kasih Rp110 Juta," jelasnya Sunardi berikan kesaksian.

Sunardi juga menjelaskan uang tersebut digunakan JPU RD untuk diberikan kepada Majelis Hakim sebesar Rp100 Juta agar kasus ini dapat diselesaikan.

Namun, pada pertemuan yang ketiga kalinya ungkap Sunardi, uang tersebut di kembalikan oleh JPU RD atas alasan pengawasan dan bersamaan Sunardi pertama kalinya melakukan Esepsi dengan kuasa hukum Razman.

"Uang dikasih kembali tapi ada pemotongan sebesar Rp6 juta," sebutnya.

Sebelumnya Sunardi tak ingin membeberkan hal ini karena menurutnya persoalan ini sudah selesai. Tapi usai Majelis Hakim memberikan beberapa pertanyaan Sunardi mulai mengaku bahwa JPU RD pernah memerasnya.

Sontak Razman terkejut atas pengakuan yang dilontarkan Sunardi, karena selama ini dia tidak tahu bahwa kliennya sempat diperas oleh oknum JPU tersebut.

Razman mengatakan hal ini sangat penting untuk ditindak lanjuti karena buntut persoalan ini ternyata seperti dugaan nya.

Sebelumnya ia menduga JPU RD telah melakukan kecurangan terhadap kliennya Sunardi.

"Feeling saya ternyata benar, sehingga ini perlu selalu saya awasi, dan ini akan saya tindak lanjuti atas pengakuan Sunardi ini," kata Razman.

Dalam persidangan Razman mengatakan dirinya tidak segan-segan untuk memenjarakan para penegak hukum yang melakukan kecurangan.

"Jika ini terbukti yang mulia, saya akan laporkan sampai ke Kejaksaan Agung terhadap kejadian ini," ungkap Razman di hadapan Hakim.

Razman juga menyampaikan bahwa ia bersama timnya akan membuat kembali Esepsi demi tindak lanjut pengakuan Sunardi tersebut.

Nama YD JPU yang menggantikan RD juga ikut terseret dalam persoalan ini, dimana dalam pengakuan Sunardi mengatakan bahwa DR saksi ahli JPU yang diperintahkan oleh YD meminta Sunardi agar tidak memakai Razman Arif Nasution sebagai Kuasa Hukumnya.

"DR bilang ke saya supaya jangan pakai Razman lagi, karena dia (Razman) pernah ditangkap dengan kasus pemukulan dan yang tangani kasus itu JPU YD," ungkapnya.

Pada kesempatan itu, di depan Majelis Hakim YD membantah bahwa dirinya telah melakukan hal tersebut.

Ia mengaku dirinya tidak pernah bertemu dengan DR untuk menyuruh hal itu, apa lagi bertemu langsung dengan terdakwa Sunardi.

Usai sidang dihadapan wartawan Razman mengatakan dia bersama Sunardi akan terus menguak kasus ini hingga semuanya jelas terungkap.

"Perlu kita akui saat ini, Sunardi adalah pahlawan karena peran dia sangat penting demi keberlangsungan toko emas yang ada di kota Banda Aceh maupun se Aceh serambi mekah ini, kalau tidak semua toko emas saat ini sudah dibuat menjadi ATM berjalannya penegak hukum," sebut Razman.

Ia juga pertegas jika Majelis Hakim tidak memberikan putusan bebas untuk terdakwa Sunardi maka patut diduga kuat Majelis Hakim juga bermain dalam kasus Jual emas tak sesuai kadar ini.

"Saya sudah berulang kali bertanya atas dasar apa klien saya dihukum, tapi sampai saat ini mereka (penegak hukum) tidak ada yang bisa menjawab atau menjelaskan satupun," lugas Razman.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...