Sekretaris Pusham Unsyiah, Suraiya Kamaruzzaman, menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 20 Januari 2022 episode ke 44 Tahun ke II dengan tema: Apakah Cambuk Solusi Terakhir Bagi Predator Seksual?, yang dipandu oleh host Siti Aminah Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Terbukti Melakukan Pencucian Uang Teuku Jaswin Dipidana 3,4 Tahun Penjara

IstSidang pembacaan putusan secara virtual
A A A

BENER MERIAH – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN ) Tipikor, Banda Aceh dalam putusanya menyatakan Teuku Jaswin terbukti melakukan pencucian uang pada kegiatan pengadaan Attractant tahun anggaran 2015 pada dinas Kehutanan dan Perkebunan Bener Meriah.

Putusan tersebut disampaikan oleh Majelis hakim PN Tipikor, Banda Aceh, Kamis, 2 Desember 2021. Atas perbuatanya, selain dipidana penjara selama 3,4 tahun Teuku Jaswin juga membayar denda sebesar Rp. 500 juta rupiah.

Hal tersebut sesuai dakwaan Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) yaitu pasal 3 Undang-Undang nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang.

Kendati demikian, vonis hakim tersebut lebih rendah dari tuntutan JPU pada 29 Oktober 2021 yang lalu yaitu dengan tuntutan pidana penjara 5 tahun terhadap Teuku Jaswin.

Kajari Bener Meriah, Agus Suroto SH melalui Kasi Intelijen Kejari Bener Meriah, Ully Fadil SH MH didampingi Kasi Pidsus Kejari Bener Meriah, Aulia SH mengatakan pihaknya akan pikir-pikir terhadap  putusan majelis hakim Tipikor Banda Aceh tersebut. Hal itu diungkapkan pada sidang yang dilaksanakan secara virtual di PN Tipikor Banda Aceh.

Lewat keterangan tertulis yang diterima media acehimage.com, Ully menyebutkan, barang bukti berupa 1 unit mobil Merk Nissan Terra dengan nomor polisi ( Nopol ) BL 1356 JI atas nama Teuku Jaswin dan 1 unit rumah susun yang terletak di Summarecon, Bekasi kelurahan Marga Mulya Kecamatan Bekasi Utara, Kotamadya Bekasi, Jawa Barat denagn luas banguan lebih kurang 42.02 mdengan pemilik Teuku  Jaswin dirampas untuk negara.

“Satu unit mobil dan satu rumah susun atas nama Teuku Juswin dirampas (Sita ) untuk negara,”ungkap Ully.

Ully menerangkan, terdakwa Teuku Juswin didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang dari tindak pidana korupsi kegiatan pengadaan Attractant pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bener Meriah tahun 2015 sejumlah Rp. 8.698.281.818. Jelas Ully []

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...