Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Selatan Yenni Rosnizar SKM, merasa kecewa dengan kondisi pelayanan di RSUD dr Yulidin Away (RSUD YA) Tapaktuan, menyusul meninggalnya seorang warga yang berprofesi sebagai perawat saat menjalani Operasi melahirkan di RSUDYA, (7/8/2020). “Mungkin karena keterbatasan tenaga medis sehingga penanganan terhadap pasien menjadi tidak efektif, apalagi banyak tenaga medis yang diisolasi akibat Covid-19", Kata Yenni Rosnizar SKM

Tenaga Kesehatan RSUDYA dan Dinkes Dites Swab

AFPIlustrasi swab
A A A

ACEH SELATAN - Plt Kadiskes Aceh Selatan, Novi Rosmita SE MKes menyatakan hingga saat ini sekitar 100 orang lebih gabungan pegawai Dinkes dan tenaga kesehatan di RSUDYA Tapaktuan sudah diambil sample swab untuk dilakukan pemeriksaan melalui RT-PCR di Balitbangkes Aceh.

“Saat ini kami masih menunggu keluar hasil pemeriksaan swab tersebut, mudah-mudahan semuanya negatif,” kata Novi Rosmita Minggu (2/8/2020).

Novi juga mengatakan bahwa pemeriksaan swab mantan pejabat Aceh Selatan inisial AH (60) di Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Aceh di Lambaro, Aceh Besar, hasilnya terkonfirmasi positif Covid-19.

“Untuk hasil swab pasien inisial AH (60) yang meninggal di RSUD Yuliddin Away Tapaktuan pada Kamis malam (30/7/2020), dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19", jelasnya.

Hasil pemeriksaan swab mantan pejabat Aceh Selatan yang meninggal dunia di RSUDYA Tapaktuan tersebut baru diterima pihaknya pada, Sabtu (1/8/2020) malam kemaren.

“Beruntung, pasca meninggal dunia pada malam itu, setelah berkomunikasi dengan pihak keluarga, bersedia dilakukan proses pemulasaran jenazah dengan menerapkan protokol kesehatan,” ucap Novi.

Di tempat terpisah, Direktur RSUDYA Tapaktuan, dr Erizaldi M Kes SpOG menyatakan pelayanan di RSUDYA Tapaktuan masih normal, tapi karena masih dalam masa suasana libur Idul Adha tetap fokus ke Instalasi Gawat Darurat.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...