Komisi IV DPRK Banda Aceh melakukan pertemuan dengan Kepala Dinas Kesehatan dan para kepala Pukesmas di Kota tersebut. Pertemuan ini membahas penanganan COVID-19 yang terus merambah di ibu Kota Provinsi Aceh. Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh Tati Meutia Asmara mengharapkan untuk daerah tersebut agar dilakukan pengadaan alat tes uji swab oleh Pemerimntah setempat. "Turut juga bertemu dengan direktur RSUD Meuraxa, dari pertemuan itu sangat banyak menemukan permasalahan baru, yaitu claster-claster baru yang terbentuk di Kota Banda Aceh," kata Tati Meutia Asmara kepada wartawan usai pertemuan dengan mitra kerja,Kamis (6/8/2020).

Yayasan Wakaf Haroen Aly Dayah Darul Quran Aceh 

Teken MoU dengan BPPT dan Unsyiah

MURDANI TIJUEKetua Yayasan Wakaf Haroen Aly Dayah Darul Quran Aceh, Dr Muhammad Yasir Yusuf MA bersama Rektor Unsyiah, Prof. Dr. Samsul Rizal, M.Eng melakukan penandatangan MoU di Rumah Dinas Wakil Gubernur Aceh, Blang Padang, Kamis (03/10/2019)
A A A

BANDA ACEH - Yayasan Wakaf Haroen Aly Dayah Darul Quran Aceh melakukan penandatangan MoU dengan Badan Pengkajian Penerapan Teknologi, Jakarta dan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), di Rumah Dinas Wakil Gubernur Aceh, Blang Padang, Kamis (03/10/2019) yang disaksikan langsung oleh Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Adapun MoU tersebut bertujuan untuk memasyarakatkan teknologi melalui peningkatan wawasan dan upaya penerapan teknologi dalam rangka perencanaan dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan pendidikan khususnya pesantren.

Kepala BPPT, Hammam Riza dalam sambutannya mengatakan bahwa BPPT saat ini sangat konsen untuk mengembangkan dan meningkatkan SDM Indonesia yang punya kemampuan teknologi yang baik. Hal ini penting untuk melahirkan SDM yang hebat dan mempunyai daya saing yang tinggi bagi kemajukan Indonesia ke depan.

Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah foto bersama dengan Kepala BPPT, Hammam Riza, Rektor Unsyiah, Prof. Dr. Samsul Rizal, M.Eng, Ketua Yayasan Wakaf Haroen Aly Dayah Darul Quran Aceh, Dr Muhammad Yasir Yusuf MA dan Direktur Darul Quran Aceh, Ustaz Hajarul Akbar Al Hafiz MA usai penandatangan MoU, di Rumah Dinas Wakil Gubernur Aceh, Blang Padang, Kamis (03/10/2019).

“Kita tidak dapat terus menerus menghasilkan inovasi teknologi tanpa melakukan sinergi dengan mitra untuk penerapan inovasi teknologi di masyarakat. Karenanya mitra bagi BPPT adalah unsur yang sangat penting. Selain itu kita juga ingin membangun generasi penerus yang paham dan suka dalam bidang teknologi untuk menjadikan hidup lebih mudah dan cepat,” kata Hammam Riza.

Rektor Unsyiah, Prof Dr Samsul Rizal, MEng  juga mengatakan bahwa MoU dengan Yayasan Wakaf Haroen Aly adalah bagian dari pengabdian Unsyiah untuk melahirkan generasi Aceh kedepan yang hebat. Menurutnya Yayasan Wakaf Haroen Aly telah mempunyai pesantren yang berbasis Al Quran.

“Para penghafal Al Quran tidak boleh jauh dari ilmu pengetahuan sains dan teknologi.  Dengan bersatunya quran dan pengetahuan sains dan teknologi, kita berharap generasi bangsa ke depan adalah mereka-mereka yang mempunyai iman dan taqwa (Imtak) juga ilmu pengetahun dan teknologi (Iptek),” kata Samsul Rizal.

Sementara Ketua Yayasan Wakaf Haroen Aly Dayah Darul Quran Aceh, Dr Muhammad Yasir Yusuf MA sangat berterima kasih kepada Kepala BPPT dan Rektor Unsyiah yang telah menjadikan Lembaga Pendidikannya itu sebagai pesantren binaan BPPT dan Unsyiah dalam pengembangan SDM yang berwawasan teknologi tepat dan terkini.

“Inilah mimpi awal ketika kita mendirikan pesantren Darul Quran Aceh (DQA) yaitu menggabungkan Al Quran dan Iptek. Semoga saja MoU ini akan sesuai dengan harapan kita semua,” kata Yasir Yusuf.

Direktur Darul Quran Aceh, Ustaz Hajarul Akbar Al Hafiz MA juga menyambut baik adanya penandatanganan MOU itu. Hal tersebut dikarenakan saat ini DQA juga sedang menyusun kurikulum untuk melahirkan generasi al Quran yang pakar di bidang agama serta juga pakar di bidang sains dan teknologi.

“Nantinya di DQA akan hadir dua jurusan yaitu jurusan agama dan jurusan sains. Para santri bebas memilih diantara kedua jurusan tersebut. Dengan demikian nantinya akan lahir generasi Aceh yang faham alquran serta juga mengerti akan sains dan teknologi. Semoga saja usaha kita ini mendapat keberkahan,” pungkas Ustaz Hajarul Akbar.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...