Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah kembali didemo oleh Mahasiswa, Kamis (17/9). Aksi unjuk rasa kali ini dilakukan oleh Mahasiswa Ilmu Politik UIN Ar- Raniry Banda Aceh. Massa aksi unjuk rasa meminta Kepala Pemerintahan Aceh menjamin perlindungan terhadap petani dan nelayan sebagai upaya memastikan ketahanan pangan. Para pendemo membawa berbagai poster seperti "Buya Krueng Teudong-dong Buya Tamoeng Meuraseki"

Target Jatuhkan Plt Gubernur, GERAM Geruduk Kantor Gubernur Aceh

Massa yang mengatasnamakan Gerakan Rakyat Aceh Menggugat (GERAM) menggeruduk kantor Gubernur Aceh.
A A A

BANDA ACEH - Massa yang mengatasnamakan Gerakan Rakyat Aceh Menggugat (GERAM), Kamis 3 September 2020, menggeruduk kantor Gubernur Aceh. Tujuan massa tidak lain untuk mencari Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Ir H Nova Iriansyah yang disangka berada di ruang kerjanya.

Aksi tersebut sempat menimbulkan ketegangan antara massa GERAM dengan aparat keamanan, kemudian aksi kembali berjalan normal.

Koordinator Aksi, Verri Al-Buchari menjelaskan, aksi unjuk rasa yang berlangsung sejak didepan Masjid Raya Baturrahman tadi pagi, awalnya berjalan tertib.

Setelah dari depan Masjid Raya Baiturrahman, massa menuju ke DPR Aceh, kemudian mereka bergerak ke Kantor Gubernur Aceh dan melakukan orasi selama 45 menit.

Namun, setelah melancarkan orasi lebih kurang 45 menit secara bergantian, kata Verri, Plt Gubernur Aceh maupun perwakilan dari Pemerintah Aceh tak sudi menemui massa. Sikap Plt Gubernur dan para pejabat ini tidak terbuka sehingga menimbulkan kemarahan dari para pendemo

“Awalnya demo berjalan dengan tertib, tapi karena tak seorang pun pejabat Pemerintah Aceh yang bersedia menemui massa, maka terpaksa pendemo mengambil inisiatif untuk mendobrak pagar betis keamanan. Kemudian kami naik ke lantai 3 menjumpai Plt Gubernur Aceh,” ungkap Verri kepada media.

Namun ketika pendemo akan membuka pintu kata Verri, ruang kerja Plt Gubernur Aceh, sempat terjadi ketegangan antara aparat keamanan dan pendemo.

"Namun ketika massa coba membuka pintu ternyata, pintu ruang kerja gubernur Aceh memang terkunci, dan massa memilih kembali turun ke lobi," tuturnya.

“Karena pintu terkunci, sehingga massa kita arahkan untuk turun secara tertib,” kata Verri.

Kemudian setelah salat zuhur, aksi massa akan kembali dilanjutkan dengan orasi. Dengan harapan, pihak pendemo bisa menemui Plt. Gubernur atau perwakilan dari Pemerintah Aceh.

"Kita menginginkan bisa bertemu Plt Gubernur atau utusannya untuk menyerahkan pernyataan sikap ataupun petisi. Kalau tidak ada pejabat Satpam pun jadi, untuk menerima petisi ini," ujar Verri.

Diberitakan sebelumnya, massa Gerakan Rakyat Aceh Menggugat (GERAM) melakukan aksi demontrasi di depan Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh pagi tadi, Kamis (3/9/2020).

12 butir tuntutan

Aksi ini sebagai bentuk kekecewaan masyarakat terhadap kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah. Sejumlah kebijakan yang diambil oleh orang nomor satu di Aceh ini dinilai tak pro-rakyat.

Penanggung Jawab Aksi, Syakya Meirizal sebelumnya menuturkan bahwa setidaknya ada 12 butir tuntutan dari pihak demonstran terhadap Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Ir H Nova Iriansyah dan DPR Aceh.

Tuntutan tersebut antara lain; Plt Gubernur Aceh diminta mengeluarkan paket kebijakan skema percepatan penanggulangan Covid-19 yang terukur, terstruktur, substantif dan partisipatif serta mampu menjawab persoalan secara riil.

“Penanganan kasus dan dampak C-19 harus fokus, serta menghentikan segala kegiatan yang bersifat seremonial dan bernuansa pencitraan belaka,” kata Syakya.

Sementara pengamat politik, Nurzahri saat diminta tanggapannya terkait aksi demo GERAM, kepada acehimage.com ia menegaskan, target demo itu seharusnya adalah menurunkan Plt Gubernur dari jabatannya. Karena kerjanya selama ini hanya pencitraan dan serimonial.

"Kerja dia selama hanya membangun pecitraan, gak ada implementasi pembangunan, kecuali hanya serimonial," tegas mantan anggota DPRA ini.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...