Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (26/2) malam. Nurdin sendiri tercatat memiliki harta kekayaan sebesar Rp51,3 miliar. Dikutip dari laman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), kekayaan tersebut dilaporkan Nurdin pada 31 Desember 2019 saat menjabat sebagai gubernur. "Benar, Jumat, (26/2) tengah malam, KPK melakukan tangkap tangan terhadap kepala daerah di Sulawesi Selatan terkait dugaan tindak pidana korupsi," kata Plt. Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, Sabtu (27/2).

Pemkab, BKSDA, CRU Hingga Tim Delapan Menyatu

Tangani Konflik Gajah Liar Butuh Komitmen Bersama

Humas Pemkab Bener MeriahSeketaris daerah (Sekda) Kabupaten Bener Meriah, Drs Haili Yoga menghadiri acara silaturahmi dengan pihak CRU di Kampung Negeri Antara Kecamatan Pintu Rime Gayo
A A A

BENER MERIAH – Penangan konflik gajah liar di kawasan Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah membutuhkan kerjasama dan persamaan persepsi dalam penangananya.

Guna untuk menyamakan persepsi tersebut, mewakil Bupati Bener Meriah, Seketaris daerah (Sekda) Kabupaten Bener Meriah, Drs Haili Yoga menghadiri acara silaturahmi dengan pihak CRU di Kampung Negeri Anatara Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah. Sabtu (6/2/2021).

Kegiatan itu juga diwarnai dengan acara tepung tawar dalam rangka menyamakan persepsi penangan konflik gajah liar yang telah berlarut berpuluh tahun itu.

Kegiatan itu juga dihadiri Kepala BKSDA Aceh, Agus Harioanto, Direktur CRU Aceh, Wahyu Azmi, Kabid Sonservasi DLHK Aceh M Daud, Asisten Perekonomian dan Pembangunan setdakab Bener Meriah Abdul Muis bersama istri, Ketua DWP Bener Meriah Ny Rinawati Haili Yoga, Kepala Dinas Pariwisata Bener Meriah Irmansyah, Plt Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan Fitra Gunawan, Plt Kalak BPBD Bener Meriah Safriadi berserta jajaranya dan Tim 8.

Sekda Bener Meriah, Drs Haili Yoga menyampaikan, acara hari ini merupakan agenda silaturahmi dan sekaligus untuk menyatukan persepsi dalam penaganan konflik gajah dan masyarakat, “Kami selaku Pemerintah Daerah mengucapkan terimakasih kepada Tim dari Provinsi Aceh. Ini adalah salah satu komitmen kita bersama, dan tentu harus menjadi perhatian serius,”kata Haili Yoga

Haili Yoga menambahkan, dengan hadirnya seluruh unsur pada acara ini, diharapkan nantinya ditemukan solusi-solusi terbaik, sehingga konflik gajah dengan manusia didaerah ini dapat teratasi.

Selain itu, Sekda berharap kedepan ada inovasi untuk menjadikan gajah liar ini menjadi salah satu ekowisata gajah liar di Kabupaten Bener Meriah. “Dengan adanya ekowitasa tersebut dapat menambah pundi-pundi ekonomi masyarakat setempat,”pinta Haili Yoga.

Tentunya, kesemuanya itu butuh proses, butuh keseriusan kita bersama untuk mencari solusi dan inovasi terbaik dalam mewujudkan semuanya tersebut, “Mari kita jalin program inovasi ini dengan baik, karena ditempat lain kita lihat gajah menjadi salah satu sumber mata pencaharian,”ungkap Mantan Kadis Pariwisata Bener Meriah itu.

Sebelumnya Kepala BKSDA Aceh, Agus Ariyanto mengatakan, BKSDA Aceh akan selalu berkomitmen membantu Kabupaten Bener Meriah dalam penanganan konflik gajah liar. “Tahun ini akan dibangun Parit Barier dan Power Fencing sepanjang 20 KM serta 4 ekor gajah jinak untuk menggiring gajah liar keluar dari pemukiman warga,"ungkap Agus.

Sementara itu Kepala DLHK Aceh melalui Kabid Konservasi, M Daud dalam kesempatan itu menyampaikan, InsyaAllah setiap tahun DLHK Aceh akan mengganggarkan dana penanggulangan konflik gajah di Kabupaten Bener Meriah.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...