Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata, ada lebih dari 300 rumah yang mengalami kerusakan dengan berbagai tingkatan, akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Malang dan sekitar Jawa Timur pada siang tadi. Data itu terakhir diterima BNPB pada pukul 20.00 WIB. "Data BNPB hari ini, pukul 20.00 WIB, lebih dari 300 rumah rusak dengan tingkatan berbeda, dari ringan hingga berat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan resminya, Sabtu (10/4/2021). "Catatan sementara, 13 unit rumah rusak namun belum ditentukan kategori tingkat kerusakan. Sedangkan sejumlah kerusakan fasilitas umum, antara lain sarana Pendidikan 11 unit, kantor pemerintah 7, sarana ibadah 6, RSUD 1 dan pondok pesantren 1," ungkapnya.

Tak Ada Kejelasan, Dishub Aceh Bakal Didemo Lagi

HUMAS DAN PROTOKOL SETDA ACEHKapal Roro 1.300 GT KMP Aceh Hebat 1, di Galangan Kapal PT. Multi Ocean Shipyard, Tanjung Balai Karimun, Sabtu (3/10/2020).
A A A

BANDA ACEH - Sejumlah pemuda yang menamakan dirinya sebagai Gerakan Aceh Hebat (GAH) dikabarkan akan kembali melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Dinas Perhubungan Aceh. Ini disebut-sebut setelah tidak adanya kejelasan dari Kadis Perhubungan Aceh.

Diketahui, aliansi Gerakan Aceh Hebat (GAH) sudah pernah melakukan aksi demonstrasi terkait pengadaan tiga kapal Aceh Hebat di depan kantor Dinas Perhubungan Aceh, pada Kamis, 25 Februari 2021 lalu.

Waktu itu, massa aksi unjuk rasa meminta kejelasan kepada Kepala Dinas Perhubungan Aceh agar menjelasakan secara terang benderang kepada publik terkait adanya tudingan pembelian tiga unit kapal Aceh Hebat tersebut diduga barang bekas dan mark up anggaran.

Namun waktu itu, Kepala Dinas Perhubungan Aceh tidak menjumpai pendemo secara langsung, akan tetapi perwakilan aksi unjuk rasa disambut oleh Kabid Pelayaran, Al Qadri.

BACA JUGA; KMP Aceh Hebat Dituding Barang Bekas

Kepada pendemo, Al Qadri berjanji menyampaikan persoalan tersebut kepada pimpinan. Namun hingga kini para pendemo mengaku belum menerima kabar itu dari pihak Dinas Perhubungan Aceh.

"Kamo demo lom bang, uroe Senin,"ujar Syarbaini yang mengaku sebagai penanggung jawab aksi ketika dikonfirmasi oleh acehimage.com via selular, Rabu (3/3/2021).

Sebelumnya, Kabid Pelayaran Dinas Perhubungan Aceh, Al Qadri kepada wartawan menyampaikan proses pelelangan ketiga kapal yang ada dalam anggaran Pemerintah Aceh dilakukan melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kementerian Perhubungan RI.

"Karena dikita SDM-nya kurang, terus kapal Aceh Hebat juga dibangun dari nol, maka yang perlu kita tegaskan kapal Aceh Hebat bukan kapal bekas, memang dibangun dari nol sampai dengan seratus,"terangnya.

Pun demikian, Gerakan Aceh Hebat saat melakukan asli unjuk rasa sebelumnya juga meminta Aparat Penegak Hukum (APH) seperti Kejaksaan Tinggi Aceh dan Kapolda untuk memeriksa proses awal pengadaan KMP Aceh Hebat, 1, 2 dan 3.

 

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...