Ketua Komisi V DPRA, M. Rizal Falevi Kirani, kembali menjadi narasumber peHTem edisi Kamis, 6 Oktober 2022 episode ke 14 Tahun ke 3 dengan tema: Peran Anggota DPRA dalam Memperjuangkan JKA yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS, Jangan lupa like share comment and subsribe.

PDAM Tirta Daroy

Tahun 2019 Perusahaan Plat Merah Nihil PAD

ACEHIMAGE.COM | AK JAILANIAnggota DPRK Banda Aceh, Zulfikar Abdullah ST didampingi Zulkifli Abdy memberi keterangan pers kepada sejumlah wartawan di Banda Aceh, Selasa (30/7).
A A A

ni kan aneh bin ajaib, Perusahaan Daerah yang dikelola secara bisnis to bisnis sudah dua tahun tidak setor PAD. Sementara, disisi lain, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Banda Aceh, yang minim pendapatan berkomitmen menyetor PAD hingga Rp500 juta untuk tahun 2020

Zulfikar Abdullah, ST Anggota DPRK Banda Aceh

BANDA ACEH - Meski menyandang status perusahaan plat merah, tak menjamin, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Daroy Banda Aceh, menyetor sebahagian keuntungannyan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Banda Aceh.

Lihat postingan ini di Instagram

Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh telah melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) di Ibu Kota Provinsi itu, Namun, kontribusi PDAM Tirta Daroy terhadap PAD Kota nihil. "Sangat disayangkan tidak ada sama sekali kontribusi PDAM Tirta Daroy Banda Aceh terhadap PAD kota setempat, tapi kenyataannya selama ini PDAM mampu mensuport berbagai kegiatan pemerintah dan swasta,”ungkap Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh Zulfikar ST, didampingi Zulkifli Abdy Selasa (30/7/2019). Pasalnya, kata dia, dalam dokumen Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kota Banda Aceh tahun 2020 yang diserahkan kepada DPRK, PDAM Tirta Daroy tidak menghasilkan PAD.

Sebuah kiriman dibagikan oleh acehimage.com (@acehimagecom) pada

Lihat saja, sejak 2019 lalu, perusahaan yang dinahkodai oleh T. Novizal Aiyub, tak pernah masuk dalam daftar Perusaaan Daerah, yang berkomitmen menyetor sebahagian keuntungan untuk PAD Kota Banda Aceh.

Begitupun, keadaan itu berulang kembali pada 2020 ini. Dalam dokumen Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kota Banda Aceh tahun 2020 yang diserahkan kepada DPRK, PDAM Tirta Daroy, satu-satunya Perusahaan Daerah (PD) dilingkungan Pemko Banda Aceh yang nihil setoran.

“Ini kan aneh bin ajaib, Perusaan Daerah yang dikelola secara bisnis to bisnis sudah dua tahun tidak setor PAD. Sementara, disisi lain, Dinas Pemadam Kebaran Kota Banda Aceh, yang minim pendapatan berkomitmen menyetor PAD hingga Rp500 juta untuk tahun 2020,” ungkap Anggota DPRK Banda Aceh, Zulfikar ST didampingi Zulkifli Abdy, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Selasa (30/7/2019).

Lihat postingan ini di Instagram

Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh telah melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) di Ibu Kota Provinsi itu, Namun, kontribusi PDAM Tirta Daroy terhadap PAD Kota nihil. "Sangat disayangkan tidak ada sama sekali kontribusi PDAM Tirta Daroy Banda Aceh terhadap PAD kota setempat, tapi kenyataannya selama ini PDAM mampu mensuport berbagai kegiatan pemerintah dan swasta,”ungkap Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh Zulfikar ST, didampingi Zulkifli Abdy Selasa (30/7/2019). Pasalnya, kata dia, dalam dokumen Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kota Banda Aceh tahun 2020 yang diserahkan kepada DPRK, PDAM Tirta Daroy tidak menghasilkan PAD.

Sebuah kiriman dibagikan oleh acehimage.com (@acehimagecom) pada

Menurut Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, seharusnya PDAM Tirta Daroy dapat memberikan kontribusi bagi PAD Kota Banda Aceh. Apalagi, seluruh kebutuhan teknis PDAM sudah dipenuhi oleh dinas-dinas terkait.

Misal, untuk pengadaan saluran pipa dan peralatan lainnya dibiayai melalui DIPA Dinas PU Kota Banda Aceh. Bahkan, saat bendungan atau bak penampung air rusak, diperbaiki menggunakan dana dari Balai Sungai Kementian PUPR.

Selain itu, kata Zulfikar, PDAM Tirta Daroy juga telah melakukan penyesuaian tarif baru. Manajemen berdalih untuk menambah pemasukan, dan berjanji akan memberikan kontribusi untuk PAD Kota Banda Aceh.

Kenyataannya, dalam dua tahun terakhir, tidak sepeserpun dana yang diberikan PDAM untuk PAD Kota Banda Aceh. Sementara, Manajemen PDAM terlihat semeringah dalam mensuport dan memberikan pendanaan dana untuk berbagai kegiatan olahraga.

“Tentu tidak masalah, sepanjang kegiatan yang disuport PDAM memberikan dukungan terhadap kegiatan – kegiatan yang dilaksanakan pemerintah dan swasta untuk memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat. Namun, harus juga berpikir untuk memberikan kontribusi bagi PAD Kota Banda Aceh sebagai pemilik modal,” harap Zulfikar.

Itu sebabnya, ia menyayangkan sikap Manajemen PDAM Tirta Daroy Kota Banda Aceh, yang terkesan cuek dengan minimnya kontribusi PDAM terhadap Pemko Banda Aceh, selaku otoritas pemegang saham. Dirinya berharap, Walikota Banda Aceh memiliki kebijakan khusus guna mendorong Manajemen PDAM Tirta Daroy, berkerja lebih baik agar memberikan manfaat bagi pembangunan Kota Banda Aceh kedepan.

Wartawan:AK Jailani
Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...