Aksi unjuk rasa yang yang dilakukan oleh Petani Kopi Menangis (PKM) di depan gedung DPRK Bener Meriah terjadi saling dorong dengan petugas keamanan. Satpol PP dan Personel Polres Bener Meriah menjadi benteng terdepan untuk menahan para pendomo untuk menerobos gedung DPRK Bener Meriah. Senin (19/10/2020)

Sulaiman Dilantik jadi Ketua BKD DPR Aceh

ISTIMEWAPimpinan DPR Aceh melakukan foto bersama dengan Anggota BKD
A A A

BANDA ACEH - Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menggelar rapat Paripurna dalam rangka penetapan ketua dan anggota Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPR Aceh.

Ketua BKD DPR Aceh periode 2019-2024 dipercayakan kepada politisi muda Partai Aceh Sulaiman SE yang juga mantan ketua DPRK Aceh Besar.

Adapun anggota BKD adalah Ali Basrah dari Fraksi Golkar, Mukhtar Daud dari Fraksi PNA dan dr Purnama Setia Budi dari Fraksi PKS, sementara Sofyan Puteh dari Fraksi PAN dipercayakan sebagai wakil ketua BKD.

Sementara itu, Ketua DPR Aceh Dahlan Jamaluddin, SIP mengatakan, sebelumnya ada 9 nama yang diusulkan, yang kemudian dipilih 5 orang sesuai aturan yang telah diatur.

"Hari ini hasil pemilihan 5 orang tersebut dibawakan dalam paripurna," ujarnya Kamis 24 September 2020.

Ketua bersama anggota BKD mulai saat ini usai paripurna sudah sah bertugas sesuai undang-undang dan tata tertib DPR yang telah diatur.

"Saya berharap agar bisa menyelesaikan masalah kedepan jika ada persoalan yang timbul, paling penting adalah menjaga etik kelembagaan dan juga moral anggota dewan," ungkap ketua DPR Aceh.

Secara terpisah, usai pelantikan dalam peripurna itu, Sulaiman SE mengatakan, jabatan ini merupakan sebuah amanah yang harus dijaga, terlebih tugas BKD tergolong berat.

"Maka, saya meminta kepada seluruh anggota DPR Aceh agar menjaga etika aar tidak menimbulkan masalah kedepannya,".

Kemudian, setiap yang pelanggaran etika yang dilakukan anggota DPR tentunya ada sanksi-sanksi yang telah diatur dalam undang-undang.

"Nah, jika tidak ingin berhadapan dengan BKD, maka semua anggota DPR wajib menjaga diri, pergaulan sehingga tidak ada kode etik yang dilanggar," tambah. Sulaiman.

Sulaiman juga mengaku, tidak akan sungkan-sungkan menindak lanjuti jika ada pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh anggota DPR Aceh itu sendiri, tutupnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...