Koordinator Masyarakat Pengawal Otsus (MPO) Aceh, Syakya Meirizal, menjadi narasumber peHTem edisi Senin 20 September 2021 episode 9 Tahun ke II dengan tema: Aset Ratusan Milyar Terbengkalai di Pulo Aceh, Manajemen BPKS Kerja Apa? yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Qamaruzzaman Haqny

Sudah Jadi Kader Golkar Semenjak Tahun 1998

AK JAILANIQamaruzzaman Haqny | Ketua BAPPILU DPD I Partai Golkar Aceh
A A A

Yang sedih saya, sampai hari ini Golkar Banda Aceh belum ada kantor yang representatif, yang representatif ya. Golkar kota harus punya kantor. Itu mutlak

Qamaruzzaman Haqny Ketua BAPPILU DPD I Partai Golkar Aceh

Qamaruzzaman Haqny yang saat ini menjabat sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (BAPPILU) DPD I Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi Aceh menyatakan siap jika diminta untuk memimpin DPD II Golkar Kota Banda Aceh untuk periode kedepan.

Kesiapan itu ia sampaikan ketika menjawab pertanyaan acehimage.com yang ditemui disalah satu tempat di Kota Banda Aceh, Senin (23/9/2019).

“Ya. Kalau ditanya siap, ya harus siaplah. Bagaimana kader bilang gak siap,” jawabnya dengan nada tegas seraya menceritakan kiprahnya di kepengurusan Partai Golkar baik ditingkat DPD II Kota Banda Aceh maupun yang sekarang ini di kepengurusan DPD I Partai Golkar Aceh.

Memang kalau dilihat secara kiprahnya di Partai berlambang pohon beringin itu dia memang bukan sekedar kader biasa dan wajah baru. Pria yang saat ini juga menjabat sebagi ketua Palang Merah Indonesia (PMI) cabang kota Banda Aceh sudah bergabung secara resmi pada tahun 1998.

Waktu itu, Qamaruzzaman secara resmi bergabung sebagai kader golkar ditingkat DPD II Kota Banda Aceh pasca musda yang berlangsung di balai Setia Ulama, di Punge Jurong, Kota Banda Aceh. kala itu dia langsung dipercayai sebagai wakil sekretaris dibawah pimpinan Yusuf Ali.

Menurut cerita dia, pada tahun 1999 partai Golkar tejadi goncangan yang menyebabkan banyak kader lari dari partai berlambang pohon beringin itu, memilih untuk bergabung dengan partai yang lain. Namun dirinya mengaku tetap bertahan.

“Bagi saya berpartai itu hidup mati, untuk cari makan bukan dipartai, itu kalau menurut saya,”katanya dengan wajah serius.

Meranjak dari cerita di Balai Setia Ulama, Punge Jurong, Kota Banda Aceh. tepat pada tahun 2003 setelah musyawarah daerah tingkat provinsi Aceh yang digelar di Kutacane, Aceh Tenggara, sepulang dari sana dia kembali merekrut kader-kader muda untuk bergabung bersama Golkar.

“Setelah Musda provinsi di Kutacane tahun 2003, pulang dari sana disitulah saya rektut yang muda-muda itu. Dan saat itulah saya rekrut kader–kader golkar dari partai lain. Saya masukan ke AMPG kota Bnda Aceh,” ujar pria bernama lengkap Qamaruzzaman Haqny.

Saat itulah, kata dia, rally wisata pertama kali diadakan di Kota Banda Aceh oleh sayap partai Golkar, yaitu Angkata Muda Partai Golkar (AMPG).

“Pada saat itu, yang pertama melaksanakan Rally Wisata di Banda Aceh membawakan bendera golkar adalah AMPG, dan ketuanya adalah  T Rinaldi,” cerita Qamaruzzaman yang saat ini juga menjabat sebagai ketua KONI Kota Banda Aceh.

Hingga akhirnya dia menjadi seorang caleg dari partai golkar dan berhasil menjadi anggota DPRK Kota Banda Aceh pada tahun 2004. Pada tahun 2009 dirinya hijrah ke tingkat kepengurusan DPD I Partai Golkar Provinsi Aceh. Lagi–lagi menjabat sebagai wakil sekretaris dibawah kepemimpinan Sulaiman Abda.

“Singkat cerita setelah itu, saya jadi Caleg, dan saat itu saya jadi wakil Ketua DPD II Golkar kota Banda Aceh. Di Golkar kota sampe tahun 2009,” katanya.

Sampai di kepengurusan DPD I Golkar Provinsi Aceh, partai berlambang pohon beringin itu terjadi gonjang–ganjing dan dirinya mengaku tetap bertahan tanpa beralih ke partai politik yag lain.

“Saya tidak pernah meniggalkan partai golkar,” tegasnya lagi.

Masa ke masa hingga dia menjabat sebagai ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD I Partai Golkar Provinsi Aceh ia secara tegas kembali mengingatkan bahwa tidak pernah bekerja untuk personal calon.

“Saya berorganisasi itu,tidak bekerja untuk orang per orang tapi bekerja kepada partai, sebagaimana AD / ART Partai Golkar,” sebut Qamaruzzaman Haqny.

Namun, diakhir pembicaraan dengan Qamaruzzaman Haqny yang yang turut didengar oleh dua rekannya, dia kembali menyinggung tentang DPD II Partai Golkar Banda Aceh. Ia merasa sedih ketika partai besar seperti Golkar tidak memiliki kantor tetap untuk daerah Kota Banda Aceh.

“Yang sedih saya, sampai hari ini Golkar Banda Aceh belum ada kantor yang representatif, yang representatif ya. Golkar kota harus punya kantor. Itu mutlak,”ungapnya dengan nada menurun mengakhiri pembicaraannya dengan acehimage.com disebabkan Azan Dhuhur sudah berkumandang.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...