Mantan Anggota Parlemen RI Ghazali Abbas Adan menyebutkan Wali Nanggroe Memang bukan maqam (neuduek)-nya Malik Mahmud Al Haytar. Dimana seharusnya sosok Wali Nanggroe sebagai pemersatu masyarakat Aceh. Ini disampaikan Ghazali setelah Aktivis Kebudayaan sekaligus Pendiri Institut Peradaban Aceh, Haekal Afifa meminta Wali Nanggroe Aceh menegur dan memperingatkan DPRA terkait polemik yang terjadi dengan Pemerintah Aceh saat ini.

STIS Nahdlatul Ulama Aceh Jalin Kerjasama dengan Kemenag

ISTIMEWASekolah Tinggi Ilmu Syari'ah (STIS) Nahdlatul Ulama Aceh jalin kerjasama kelembagaan bersama Kementerian Agama (Kemenag) Aceh Besar
A A A

ACEH BESAR - Sekolah Tinggi Ilmu Syari'ah (STIS) Nahdlatul Ulama Aceh jalin kerjasama kelembagaan bersama Kementerian Agama (Kemenag) Aceh Besar, di Aula kampus setempat, Rabu, 26 Agustus 2020.

Penandatanganan naskah Memorendum of Understanding (MoU) yang dilakukan guna menjalin erat kerjasama tentang proses pengembangan lembaga pendidikan, seminar, pelatihan, penelitian, penulisan buku hingga praktek mahasiswa di lapangan pekerjaan.

MoU masing-masing ditandatangani oleh Ketua STISNU Aceh, Tgk Muhammad Yasir, SHI MA bersama H Abrar Zym SAg Kepala Kantor Kemenag Aceh Besar.

Dalam pernyataannya Ketua STISNU Aceh, menyampaikan, Kerjasama ini sangat penting dilakukan, agar nantinya perguruan tinggi akan terus menjadi lebih baik dalam mengembangkan pusat lembaga pendidikan yang mampu menghasilkan lulusan sarjana dan generasi yang profesional dalam bekerja, baik dilingkungan kelembagaan tertentu ataupun dikalangan masyarakat.

"Dengan terjalinnya kerjasama bersama Kemenag ini nantinya dapat bermanfaat, sehingga lebih mudah untuk membangun hubungan antara perguruan tinggi dan kantor Urusan Agama dalam berbagi kegiatan terhadap generasi-generasi muda penerus di era disrupsi saat ini," harap Tgk M Yasir.

H Abrar Zym menyampaikan, pentingnya terjalin kerjasama ini untuk awalnya pintu masuk dalam menjalankan peningkatan Sumber Daya Manusia untuk generasi kedepan menjadi lebih baik lagi.

Acara yang berlangsung juga dibarengi dengan Bimbingan Perkawinan Pranikah Aceh Besar dan turut dihadiri Kasi Bimas Kemenag Aceh Besar dan Kepala KUA Se Aceh Besar

Khalid Wardana selaku kasi Bimas Aceh Besar mengatakan, terimakasih kepada pihak STIS Aceh telah menyediakan tempat untuk terlaksananya acara ini, selanjutnya selamat juga atas terjalinnya penandatanganan MoU bersama Kemenag Aceh Besar.

“Nantinya dengan terlaksananya pelatihan ini dapat dijadikan rujukan dalam mengatur konsep serta rencana dalam bimbingan perkawinan pranikah menjadi terstruktur, sehingga kedepan diharapkan calon calon pengantin mampu meningkatkan pemahaman dan keilmuan pranikah bagi calon pengantin," jelasnya Khalid.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...