Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy menyampaikan ledakan terjadi pada sebuah gerobak tempat jual gorengan di Jalan TGK di Lhong Dua Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh, tidak ditemukan adanya mesiu maupun jelaga. Namun kejadian tersebut mengakibatkan kaca gerobak pecah dan atap serta sebagian badan gerobak rusak. "Tidak ditemukan korban jiwa, hanya 1 orang ibu terluka gores oleh pecahan benda meledak pada bagian kaki,"sebut Kabid Humas

Dugaan Pembuat Ijazah Palsu

Staf Dinas Pendidikan Bener Meriah Terancam Minimal 5 Tahun Penjara

SAMSUDDINKasat Reskrim Polres Bener Meriah Iptu Rifki Muslim
A A A

BENER MERIAH – Polres Bener Meriah melalui Satreskrim telah menetapkan tersangka dan menahan dugaan pembuatan ijazah palsu, pada Sabtu (23/1/2021) lalu.

Tersangka yang ditetapkan yakni , AS (37) yang merupakan staf di Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah yang mengaku telah membuat sebanyak 30 lembar ijazah.

Polres Bener Meriah, AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Rifki Muslim mengatakan, sejauh ini masih menetapkan dan menahan tersangka dugaan pembat ijazah palsu.

“Sementara kita telah menetapkan dan menahan AS staf dinas pendidikan Bener Meriah, dan bisa saja tersangka akan bertambah,"kata Iptu Rifki.

Dikatakan Iptu Rifki, dalam menjalankan aksinya, ada tiga modus yang digunakan oleh AS dalam membuat ijazah palsu tersebut. Modus pertama yakni, sisa koutha ijazah yang tidak dipakai dia gunakan, modus kedua ijazah atas nama orang lain yang mengikuti ujian namun belum diambil pemiliknya ijazah tersebut dikikis namanya diganti dengan nama siapa yang membutuhkanya.

"Modus ketiga yakni mencetak sendiri ijazah tersebut dengan membeli kertas karton yang persis dengan kertas yang dipakai untuk mencetak ijazah paket,"jelas Iptu Rifki.

Atas perbuatannya, tersangka AS disangkakan dengan pasal 263 tentang pemalsuan dengan ancaman kurungan minimal 5 tahun dan maksimal 7 tahun kurungan.

Menurut Rifki, sejauh ini pihaknya masih mendalami kasus tersebut, sebab tersangka bisa lebih dari satu orang. Karena dalam “bisnis" ijazah ilegal itu ada perantara yang dibawahnya mencari pembeli ijazah palsu itu.

Dalam kesempatan itu Iptu Rifki menambahakan, dari pengakuan tersangka, dia menjual ijazah tersebut dengan harga bervariasi mulai dari Rp3 ratus ribu hingga 3 juta rupiah. Dan ijazah tersebut dipergunakan untuk syarat administrasi aparatur Kampung.

Hingga saat ini sebanyak 18 ijazah paket yang diduga ilegal yang sudah ditahan sebagai bukti di Polres Bener Meriah. untuk itu, Rifki berharap, bagi masyarakat yang memiliki ijazah yang diduga ilegal (palsu) tersebut untuk mengembalikan atau melaporkannya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...