Ketua Lembaga Pemantau Pendidikan Aceh (LP2A), Dr. Samsuardi, MA, menjadi narasumber peHTem edisi Senin, 3 Oktober 2022 episode ke 13 Tahun ke 3 dengan tema: Benarkah di Bawah Tangan Alhudri Pendidikan Aceh Terpuruk? yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Penonton Bakar Stadion Dimirthala

SoRaK: Pj Walikota Banda Aceh Diminta Tidak Buang Badan dan Bertanggungjawab

AK JailaniBakar stadion sebelum Pertandingan Persiraja Vs PSMS
A A A

ACEHIMAGE.COM - Preseden buruk memilukan dan juga memalukan marwah Aceh kini dipertontonkan dalam laga perdana Persiraja versus PSMS. Bagaimana tidak, di tengah keinginan kuat masyarakat Aceh menonton laskar tanah rencong itu justru tragedi listrik mati menjadi tontonan yang menguncang dunia persepak bola di tanah air.

"Tragedi mati listrik menjelang pertandingan ini jelas-jelas sangat memalukan. Ini menunjukkan manajemen dan panitia pelaksana (panpel) sama sekali tidak siap untuk menggelar pertandingan sepak bola, sehingga marwah Aceh tercoreng dan masyarakat merasa kecewa," ungkap Solidaritas Rakyat Kota (SoRaK) Ahyadin Anshar. Selasa, 6 September 2022.

Menurut Ahyadin, Pj Walikota Banda Aceh Bakrie Siddiq dalam hal ini diminta ikut bertanggung jawab.
"Sebagai pemerintahan yang ikut bertanggung jawab dan memilih langsung manajemen tim laskar tanah rencong itu Pj Walikota Bakri Siddiq kita harapkan tidak buang badan dan juga bertanggung jawab.

Apalagi peran Pj Walikota dalam klub yang 20 persen sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Kota Banda Aceh itu juga tak bisa diabaikan peranan pentingnya," tegasnya.

Tragedi memalukan ini, lanjut Ahyadin, menjadi pembelajaran penting bagi masyarakat Aceh, bahwa sesuatu tidak diserahkan kepada ahlinya maka otomatis akan menghadirkan sesuatu yang tidak baik.

Sebagai elemen sipil, pihaknya juga mendukung Polda Aceh untuk mengusut peristiwa mati lampu dalam laga Persiraja VS PSMS. "Polda Aceh telah membidik Panpel Persiraja dengan Pasal 103 ayat (1) Undang-undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan. BAB XXI KETENTUAN PIDANA Pasal 103 ayat 1 "Penyelenggara kejuaraan Olahraga yang tidak memenuhi persyaratan teknis kecabangan, kesehatan, keselamatan, ketentuan daerah setempat, keamanan, ketertiban umum, dan kepentingan publik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)".

Akhyadin menegaskan, rakyat Aceh dalam hal jni para pencinta sepak bola tanah rencong akan mengawasi dan memantau langkah-langkah konkrit Polda Aceh terkait ketidaksiapan panitia pelaksana dan manajemen Persiraja tersebut. "Kita mendukung Polda Aceh untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa Polda Aceh serius untuk mengusut dan menindaklanjuti keteledoran panitia dalam laga perdana Persiraja vs PSMS tersebut.[]

Rubrik:SPORT

Komentar

Loading...