Sekretaris Pusham Unsyiah, Suraiya Kamaruzzaman, menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 20 Januari 2022 episode ke 44 Tahun ke II dengan tema: Apakah Cambuk Solusi Terakhir Bagi Predator Seksual?, yang dipandu oleh host Siti Aminah Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Soal Status ASN Terpidana Sabu, Begini Kata Kepala BKPSDM Lhokseumawe

Ilustrasi
A A A

LHOKSEUMAWE - Terpidana Kasus Sabu, Mulkan alias sapaan Boby, Mantan Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kota Lhokseumawe setelah keluar keputusan Vonis hukuman selama 16 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe sedang ditunggu balasan surat dari Badan Kepegawaian Negeri (BKN) terkait statusnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kepala BKPSDM Lhoksemawe Drs M Nur, MPd mengatakan, setelah ada keputusan dari Pengadilan, pihaknya sudah mengajukan surat kepada BKN untuk meminta keterangan terkait status saudara Mulkan sebagai ASN. Ia mengaku pihaknya harus menunggu balasan dari BKN, maka bagaimanapun nanti keputusannya harus menunggu surat balasan BKN tersebut.

Sebelumnya, kata M Nur, disaat dia (Mulkan) ditetapkan sebagai tersangka, pihaknya sudah memotong setengah dari jumlah gajinya, namun kini setelah keluar keputusan Pengadilan sebagai terpidana (Red - ASN Mulkan) Semua gajinya sudah di tahan.

"Saat dia ditetapkan sebagai tersangka, setengah gajinya telah kami potong, akibat ditahan, maka dia tidak masuk dinas. Setelah ada keputusan, sekarang semua gaji sudah kami tahan tidak di transfer lagi."ujar M Nur. Senin, 26 Juli 2021.

M Nur menambahkan, Ia sudah mengirim surat pemberitahuan Kepada BKN soal keputusan pengadilan terpidana Mulkan, pihaknya menargetkan dalam dua minggu kedepan sudah ada balasan tersebut.

"Sudah saya teken surat pemberitahuan kepada BKN. Dalam dua minggu kedepan mungkin sudah keluar surat balasannya. Kami tidak boleh mengambil keputusan secara tergesa-gesa. Harus dengan cara profesional. Karena Undang-undang ASN sudah direvisi, maka kami belum semua membaca atau menguasainya."terang M Nur.

Seperti diketahui, Mulkan alias sapaan Boby, Mantan Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kota Lhokseumawe diringkus oleh tim Satnarkoba Polres Lhokseumawe atas dugaan kasus narkoba Setelah dilakukan penggrebekan oleh tim Satnarkoba Polres Lhokseumawe sekira pukul 19:30 Wib,  Rabu (17/03). di rumahnya jalan Petua Ali Gampong Teumpok Teungoh, Banda Sakti, Lhokseumawe.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Berdasarkan data yang di akses media ini di webset http://sipp.pn-lhokseumawe.go.id (Milik PN Lhokseumawe). Pada 15 Juli 2021 PN Lhokseumawe telah putuskan hukuman kepada Mulkan alias Boby selama 1 Tahun 4 Bulan Penjara.

Menurut informasi yang diperoleh media ini, meskipun PN telah melakukan keputusan terhadap Mulkan (terpidana kasus narkoba) Hukuman, Namun statusnya masih tetap tercatat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga keputusan pengadilan telah ada, dia belum juga dipecat atau dikeluarkan sebagai ASN.

Dimana, Mulkan setelah dibangku panjangkan dari jabatan kabid Bina Marga, sesuai dengan SK Wali Kota, ia ditempatkan di bagian Organisasi Pemerintah Kota Lhokseumawe, maka saat ditangkap dalam kasus narkoba, ia tercatat sebagai staf berdinas sebagian bagian Organisasi.

Kepala Bagian Organisasi Pemko Lhokseumawe Lia, saat dihubungi media ini mengaku dirinya tidak tau soal permasalahan tersebut, karena di bagian organisasi, sebab, masalah kepegawaian sudah dipisahkan, ia mempersilahkan media ini untuk menanyakan perihal tersebut kepada BKPSDM.

Bagaimana status Mulkan ASN (Boby) setelah ada keputusan PN Lhokseumawe?, Lia mengaku setau dirinya Mulkan tidak pernah berdinas di bagian organisasi dan menyampaikan SK Penempatan kepada dirinya.

"Saya benar-benar tidak tau, karena SK penempatan DPB nya, tidak pernah menyampaikan kepada kita (ke bagian organisasi)."terang Lia kepada Acehimage.com.

Sementara Kabid Pengadaan dan Penilaian  Kinerja ASN BPKSDM Lhoksemawe Vera Nandalia SSTP, MAP mengatakan, pihaknya sedang menunggu keputusan dari pengadilan menyangkut dengan status ASN Mulkan (Boby), hingga kini, pihaknya mengaku belum menerima hasil keputusan dari pengadilan tersebut. Dan ia mengaku baru hari ini tau dari awak media.

"Tapi kami udah hentikan gajinya (Mulkan), namun kita lagi tunggu hasil keputusan, sampai saat ini kami belum pegang keputusan dari pengadilan, saya belum lihat barangnya, apapun keputusannya dan gimana keputusanya belum saya lihat.Saya pun baru tau hari ini dari awak media."ujar Vera.

Ia menjelaskan, bagi ASN yang tepidana korupsi itu setelah berstatus tersangka langsung dipecat. Sementara kasus ini ia meminta untuk menanyakan langsung pada atasannya."tutup Vera.[]

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...